Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepastian Kontrak Konstruksi Trans Sumatra I Tunggu Revisi PP

Kepastian kontrak pengerjaan paket konstruksi ruas tol Trans Sumatera menanti hasil revisi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Hasil revisi tersebut nantinya memungkinkan PT Hutama Karya (Persero) untuk menunjuk langsung kontraktor tanpa melalui lelang.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 10 November 2015  |  00:37 WIB
Rencana pembangunan jalan tol Trans-Sumatra.  -  Bisnis
Rencana pembangunan jalan tol Trans-Sumatra. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Kepastian kontrak pengerjaan paket konstruksi ruas tol Trans Sumatera menanti hasil revisi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Hasil revisi tersebut nantinya memungkinkan PT Hutama Karya (Persero) untuk menunjuk langsung kontraktor tanpa melalui lelang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan, saat ini  saat ini Hutama Karya membagi paket  pekerjaan konstruksi Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar kepada empat kontraktor, yakni PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan PT Wijaya Karya. Saat ini konstruksi fisik ruas tol ini baru mencapai 1 km dari total 140 km panjang ruas.

“Ini bekerja belum ada kontrak, tapi minggu depan ketika [revisi PP]  sudah ke luar akan terbayar oleh Hutama Karya. Sambil menunggu revisi PP, belum bisa digas pol. Kalau sudah ada baru bisa, lalu bank akan lebih cepat,” ujarnya  Jumat (06/11/2015).

Menurut Menteri Basoeki, selain regulasi, pembebasan lahan masih menjadi tantangan yang dihadapi. Hingga kini, pemerintah baru berhasil membebaskan 7% atau sekitar 9,85 km dari  total 140,412 km lahan yang dibutuhkan untuk ruas Bakauheni Terbanggi Besar.

“Pembebasan lahan sebetulnya tidak ada kendala. Pak Gubernur, Camat, apparat pemda sangat aktif. Dengan jadwal ini, bulan Juni 2016 Bakauheni-Terbanggi Besar akan bebas semua, sehingga konstruksi akhir tahun bisa 40 km,” ujarnya.

Direktur Pembangunan Jalan Achmad Gani Gazaly menuturkan, pemerintah menyiapkan anggaran hingag Rp1,2 miliar untuk pembebasan lahan Bakauheni—Terbanggi Besar hingga akhir tahun. Adapun kebutuhan dana pembebasan lahan untuk ruas ini pada 2016 diperkirakan mencapai Rp2,159 miliar.

“Minggu ini akan dibayarkan Rp52 miliar sehingga lahan yang bebas bertambah 2 km. Selanjutnya akan dibayar Rp40 miliar,” ujarnya.

Saat ini, ujarnya, lahan yang telah bebas lokasinya tersebar ke tiga titik paket pengerjaan yang berbeda. Lahan bebas terbesar yakni sepanjang 5,02 km  terletak di paket pekerjaan PT Waskita Karya, sementara 3,8 km lainnya  di paket pekerjaan PT Adhi Karya dan sisanya 1,025 km terletak di paket konstruksi PT Pembangunan Peruamahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur trans sumatra
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top