Kementerian ESDM Luncurkan Dua Buku

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan buku Neraca Gas Bumi Indonesia dan buku Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional tahun 2015 - 2030.
Natalia Indah Kartikaningrum | 02 November 2015 22:43 WIB
Menteri ESDM Sudirman Said - Antara

Bisnis.com, KUTA-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan buku Neraca Gas Bumi Indonesia dan buku Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional tahun 2015 - 2030.

IGN Wiratmaja Puja, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM mengungkapkan, buku Neraca Gas Bumi berisi informasi supply dan demand gas bumi untuk seluruh sektor pengguna gas bumi di Indonesia baik secara nasional maupun regional yang terbagi menjadi 6 region dengan mempertimbangkan inter konektivitas infrastruktur.

“Neraca gas Indonesia ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam jangka menengah [2016 - 2022] dan jangka panjang [2023 - 2030] dengan pertumbuhan kebutuhan gas bumi dalam negeri kemungkinan akan diperlukan impor gas bumi/LNG mulai 2019,” ungkapnya melalui rilis, Senin (2/11/2015).
 
Untuk melengkapi pengaturan gas bumi, diterbitkan buku Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional Tahun 2015 - 2030 sebagai acuan dalam revisi KEPMEN ESDM 2700 K/11/MEM/2012 tentang rencana induk jaringan transmisi distribusi gas bumi nasional 2012 - 2025 dengan penambahan informasi infrastruktur LNG, CNG, LPG, dan fasilitas pengisian bahan bakar gas yang terintegrasi dengan pipa gas bumi.

“Buku ini kami harapkan dapat digunakan sebagai acuan investasi pengembangan dan pembangunan jaringan transmisi serta distribusi gas bumi bagi badan usaha,” ujarnya.

Pada hari ini, Senin (2/11/2015) dilakukan juga penandatangan perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) dengan total perkiraan tambahan penerimaan negara sebesar US$61,4 juta yang dilaksanakan antara PT Pertamina EP dengan PT Sinergi Patriot Bekasi untuk penggunaan kelistrikan selama 4 tahun pasokan 3,5 - 5 juta kaki kubik per hari.

Kemudian ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan PT Odira Energi Karang Agung untuk penggunaan lifting minyak bumi selama 8 tahun dengan pasokan 0,7 - 1 british thermal unit per hari. Terakhir, PT Pertamina EP dengan PUSRI untuk penggunaan pupuk selama 2 tahun dengan pasokan 17 juta kaki kubik per hari.

Selain itu, telah dilakukan juga penandatanganan kontrak kerjasama bagi hasil wilayah kerja kampar antara SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar dengan komitmen pasti 3 tahun pertama yaitu studi geologi, geofisika, reservoir, dan produksi, 5 pengeboran sumur sisipan, dan 1 pengeboran sumur eksplorasi dengan total nilai US$13,5 juta dan signature bonus sebesar US$5 juta.

Tag : esdm
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top