Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RI Butuh US$20 Miliar untuk Bangun Infrastruktur Gas Bumi

Pemerintah menyatakan Indonesia membutuhkan dana investasi sebesar US$20 miliar untuk membangun infrastruktur gas bumi.
Fauzul Muna
Fauzul Muna - Bisnis.com 01 November 2015  |  02:38 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah menyatakan Indonesia membutuhkan dana investasi sebesar US$20 miliar untuk membangun infrastruktur gas bumi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan untuk membangun infrastruktur gas bumi di Indonesia, diperlukan investasi sekitar US$ 20 miliar.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan minat investor baik dalam maupun luar negeri, salah satunya penyederhanaan perizinan.

Indonesia memiliki cadangan gas yang tersebar di beberapa wilayah, namun belum termanfaatkan secara maksimal karena terbatasnya infrastruktur yang menghubungkan antara pusat penghasil dengan pengguna.

Infrastruktur gas hanya ada di Sumatra, Jawa dan sebagian Kalimantan.

“Untuk membangun infrastruktur gas di bagian barat dan timur Indonesia agar tidak hanya Pulau Jawa saja terang, kami memerlukan investasi US$20 miliar,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Ditjen Migas, Sabtu (31/10/2015).

Dana sebesar US$20 miliar tersebut diperuntukkan untuk pembangunan pipanisasi sebesar US$8,5 miliar dan regasifikasi sebesar US$8 miliar.

Pembangunan LPG sebesar US$1 miliar dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) sebesar US$400 juta dan pembangunan gas kota sebesar US$2,5 miliar.

Pembangunan infrastruktur gas bumi sangat diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan yang diperkirakan pada 2019 mendatang akan mencapai 9,348 MMscfd atau 1,1 kali dari kebutuhan saat ini.

Dalam Master Plan Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi, pada 2018 diuraikan kebutuhan jaringan transmisi dan distribusi pipa gas bumi meliputi wilayah Sumatra yaitu pipa transmisi sepanjang 1.661,3 km dan pipa distribusi sepanjang 843 km serta wilayah Jawa yaitu 1.654 km pipa transmisi dan 1.224,15 km pipa distribusi.

Wilayah Kalimantan yaitu 1.975 km pipa transmisi dan 302 km pipa distribusi. Wilayah Sulawesi yaitu 854 km pipa transmisi dan 100 km pipa distribusi. Natuna Timur yaitu 1.414 km pipa transmisi dan untuk Maluku serta Papua diperlukan jaringan pipa distribusi sepanjang 244 km.

Kepada investor yang hadir Wiratmaja mengajak untuk berinvestasi di Indonesia khususnya pada pembangunan infrastruktur gas bumi.

“Indonesia memiliki peluang yang banyak, juga tantangan untuk membangun infrastruktur. Silakan datang ke Indonesia, saat ini kami sedang menyelesaikan regulasi yang menarik bagi investor agar tertarik menanamkan investasinya di Indonesia,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas bumi infrastruktur gas
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top