Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pebisnis Jabar Pesimistis Kawasan Aerocity Majalengka Terbangun

Kalangan pengusaha di Jawa Barat pesimistis investasi di kawasan industri aerocity Majalengka dapat terealisasi dalam waktu cepat mengingat proses perizinan di daerah tersebut masih sulit.
Adi Ginanjar M., Wisnu Wage, & Agne Yasa
Adi Ginanjar M., Wisnu Wage, & Agne Yasa - Bisnis.com 18 September 2015  |  17:09 WIB
Pebisnis Jabar Pesimistis Kawasan Aerocity Majalengka Terbangun
Rencana induk proyek Aerocity - Ilustrasi/skycrapercity.com
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Kalangan pengusaha di Jawa Barat pesimistis investasi di kawasan industri aerocity Majalengka dapat terealisasi dalam waktu cepat mengingat proses perizinan di daerah tersebut masih sulit.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Martin B. Chandra mengatakan tanpa terobosan perizinan dengan memperpendek birokrasi, sulit bagi investor untuk menanamkan modalnya di Aerocity.

“Apapun yang masuk dalam perencanaan atau blue print pembangunan di Jabar seperti Aerocity, kami rasa tidak akan terimplementasi dengan cepat jika tetap memakai cara yang konvensional,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (18/9/2015).

Martin menegaskan pemerintah harus segera memperpendek sistem perizinan untuk menyedot investor lebih besar ke kawasan Aerocity, dan bila perlu menerapkan sistem shortcut.

Menurutnya, apabila proses perizinan lama akan berpotensi menimbulkan kendala salah satunya banyak mafia tanah saat pembebasan lahan bagi kawasan industri tersebut.

"Apabila pemerintah tidak segera berbenah, kawasan industri yang berdampingan dengan Bandara Kertajati itu hanya akan menjadi wacana yang tidak pernah terealisasi."

Sementara itu, Bupati Majalengka Sutrisno mengatakan pembangunan bandara dan aerocity berpotensi menciptakan disparitas ruang publik dengan wilayah di sekitarnya, jika penataan ruang tidak sesuai peruntukannya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi sebagai pemegang inisiator pembangun bandara dan aerocity di Majalengka harus mampu menyinergikan kebijakan dengan tata ruang daerah.

"Kami menaruh harapan agar Pemprov Jabar untuk turut memperhitungkan konsekuensi dan dampak pembangunan kawasan, sekaligus merumuskan konsep penataan ruang wilayah di luar kawasan," ujarnya.

Sutrisno menambahkan perumusan konsep penataan ruang wilayah di luar kawasan diharapkan pembangunan dandara dan aerocity berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Dia menjelaskan salah satu arah pemanfaatan ruang tersebut meliputi pengembangkan kawasan bandara dengan menganut keserasian antara prinsip keamanan dan prinsip kesejahteraan masyarakat.

"Selain itu, mengintegrasikannya dengan pengembangan wilayah sekitar dengan menggandeng pihak swasta, serta memberdayakan potensi bandara," paparnya.

Adapun pembangunan wilayah di Kabupaten Majalengka ke depannya, selain Bandara Kertajati dan kawasan industri aerocity, antara lain pengembangan pariwisata, pengembangan pusat kegiatan perkotaan, kawasan strategis kabupaten, dan kawasan agropolitan.

Terkait adanya penolakan masyarakat untuk saat pembebasan lahan di sekitar bandara dianggapnya sebagai bentuk kekhawatiran masyarakat tentang jaminan kehidupan yang lebih baik setelah hadirnya bandara.

"Kami merasa perlu mengajak pemerintah provinsi untuk duduk bersama fokus menyelesaikan persoalan ini sekaligus memastikan masyarakat setempat memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Jabar Taufik Budi Santoso mengatakan Pemprov Jabar segera mengatur alur investasi ke kawasan aerocity Kertajati, Majalengka, karena dari sisi perencanaan dan konektivitasnya sudah selesai dirumuskan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aerocity
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top