Inilah Cara Sukanto Tanoto Tanam 1 Juta Pohon per Hari

Inilah cara Sukanto Tanoto menanam 1 juta pohon per hari. Mulai dari memotong daun hingga menjadi hutan, lantas terciptalah kota mandiri di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.
Lahyanto Nadie | 21 Agustus 2015 13:11 WIB
Bibit pohon Akasia jenis crassicarpa dicangkok dari induknya dengan cara memotong batang daun untuk ditanam di pusat pembibitan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). RAPP adalah pabrik pulp dan kertas Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL) di bawah RGE Group milik Sukanto Tanoto. (Bisnis - Lahyanto Nadie)

Bisnis.com, RIAU - Inilah cara Sukanto Tanoto menanam 1 juta pohon per hari. Mulai dari memotong daun hingga menjadi hutan, lantas terciptalah kota mandiri di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Dilihat dari udara, sejauh mata memandang hanya tampak hamparan hutan hijau di dataran Sumatera. Dari situlah ia membuat kertas yang disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Devisa pun mengalir dan 50.000 tenaga kerja menggantungkan hidup dari industri di bawah payung kelompok usaha Raja Garuda Emas (RGE).

Tak kurang dari 10 juta hektare kawasan hutan di Indonesia telah dimanfaatkan untuk industri Hutan Tanaman Industri (HTI) atau Izin Usaha Pemanfaatan  Hasil  Hutan  Kayu  pada  Hutan  Tanaman  (IUPHHK-HT). Pada 1995 yang hanya seluas 1,13 juta hektar, peningkatan yang signifikan.

Jumlah izin HTI pun bertambah dari sembilan unit pada 1995 menjadi 252 unit pada 2013. Pada awalnya, izin HTI diberikan memenuhi kayu terutama bagi industri pulp dan kertas untuk menggantikan pasokan kayu dari hutan alam.

Cosa Adrian, staf senior yang menangani proses penanam pohon RGE, menjelaskan bahwa untuk menjamin proses produksi pulp dan kertas terus berlanjut, tak kurang dari 1,3 juta pohon akasia ditanam per hari. "Di sini ada 550 karyawan untuk mengurus bibit mulai dari potong sampai tanam," katanya.

Ronalia, staf Corcom RAPP, mengatakan bahwa untuk menampung karyawan di lingkungan pabrik, kantor dan hutan disiapkan kompleks perumahan dan apartemen.

Setelah meninjau proses pembibitan, saya berkeliling pabrik untuk mengetahui bagaimana kertas diproduksi. Ekpatriat dari Swedia, Bo Dahl, sebagai technical sales, menjelaskan bahwa lima mesin yang semuanya dari Swedia dan perlengkapan laboratorium kertas menjadi andalan untuk menciptakan produk yang berkualitas dan bisa bersaing di pasar dunia.

Dahl berpengalaman 40 tahun di industri kertas sehingga sangat fasih berbicara mengenai sistem kerja, proses produksi hingga pemasaran produknya. "Proses produksi  1 jam bisa mencapai 50-60 ton. Tidak ada klaim dari pelanggan produksi RAPP."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukanto tanoto

Editor : Lahyanto Nadie

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top