Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Cadangan Mineral Indonesia Belum Akurat

Indonesia membutuhkan data cadangan mineral yang akurat agar bisa membuat rencana jangka panjang dalam kebijakan hilirisasi dengan jelas.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 07 Agustus 2015  |  00:42 WIB
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA--Indonesia membutuhkan data cadangan mineral yang akurat agar bisa membuat rencana jangka panjang dalam kebijakan hilirisasi dengan jelas.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Pengoperasian, Produksi, dan Operasi Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Syamsu Daliend mengatakan hingga saat ini Indonesia belum memiliki data cadangan mineral yang akurat. Padahal, menurutnya hal tersebut merupakan poin awal yang penting dalam kebijakan hilirisasi.

"Kita memang belum punya [data] yang akurat sampai sekarang ini," ujarnya, Kamis (6/8/2015).

Adapun data cadangan yang didapat dari para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menjadi perhatian pemerintah untuk diverifikasi lebih lanjut. Pasalnya, tidak seperti Kontrak Karya (KK) yang datanya cenderung akurat, data cadangan IUP masih sering berubah-ubah.

Menurutnya, data tersebut diperlukan untuk memetakan lokasi fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) yang perlu dibangun. Selain itu, berapa banyaksmelterdan kapasitas yang dibutuhkan juga akan sangat bergantung pada data tersebut.

Dia menilai, kondisi sekarang ini belum memberikan kepastian bagi para investor yang berencana membangun smelter. Pasalnya, ada potensismelteryang sudah dibangun tersebut nantinya akan kekurangan pasokan bahan mentah.

"Katakanlah ada 10smelterdi Konawe, tapi ternyata tidak ada kepastian apakahraw material-nya. Cukupgak? Mau ambil dari mana?," tuturnya.

Dia mengungkapkan jika cadangan mineral sudah diketahui dan jumlahsmelter-nya mencukupi, bisa saja pemerintah akan menghentikan sementara penerbitan izin pembangunansmelter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mineral
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top