Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buka Rute Padang-Singapura, Air Asia Tunggu Persetujuan Pemerintah

PT Indonesia Air Asia masih menunggu izin pemerintah untuk mengoperasikan sejumlah rute baru, termasuk Padang Singapura yang direncanakan Agustus tahun ini.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 06 Agustus 2015  |  02:43 WIB
Air Asia - en.wikipedia.org
Air Asia - en.wikipedia.org

Bisnis.com, PADANG--PT Indonesia Air Asia masih menunggu izin pemerintah untuk mengoperasikan sejumlah rute baru, termasuk Padang Singapura yang direncanakan Agustus tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Air Asia Audry Petrini mengatakan pengoperasian rute tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah, yakni kementerian perhubungan.

"Kami sudah siap, hanya menunggu persetujuan pemerintah," katanya dalam pesan singkat kepada Bisnis.com, Rabu (5/8/2015)

Sebelumnya, maskapai Air Asia berencana menerbangi rute Padang-Singapura, setelah hampir dua tahun absen.

Terakhir, rute itu dilayani maskapai Mandala Air, namun ditutup pada 2013 dengan alasan tingkat keterisian yang timpang.

Yayan Hendrayani, General Manager PT Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatra Barat menyebutkan slot dari bandara tersebut masih terbuka lebar.

Apalagi untuk penerbangan ke mancanegara hanya diisi Air Asia tujuan Padang Kuala Lumpur, dan Garuda Indonesia tujuan Jeddah pada musim haji.

"Air Asia tinggal menunggu kesesuaian waktu, rencananya Agustus terbang perdana," ujarnya.

Diperkirakan penerbangan langsung Padang Singapura tersebut akan membuka akses masyarakat, serta meningkatkan kunjungan wisawatan asing ke daerah itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air asia
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top