Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor Gula Mentah, Pemerintah Perlu Sinkronisasi Data

Pemerintah perlu mensinkronisasi data audit kebutuhan gula nasional dengan produsen dan distributor guna mengatasi masalah importasi gula.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 26 Juli 2015  |  17:40 WIB
Gula - Ilustrasi
Gula - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah perlu mensinkronisasi data audit kebutuhan gula nasional dengan produsen dan distributor guna mengatasi masalah importasi gula.

Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar mengatakan hal ini mendesak dilakukan mengingat kebijakan penerbitan izin impor gula mentah oleh Kementerian Perdagangan belakangan ini dilakukan saat serapan gula domestik tidak maksimal.

Dia juga mengklaim data neraca kebutuhan gula yang ada saat ini pun tidak akurat.

"Jangan biarkan permasalahan dan polemik importasi gula ini berlarut-larut setiap tahun. Selain itu, pemerintah harus secara serius mengembangkan industri gula nasional sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik," katanya lewat keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (26/7).

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan kembali menerbitkan izin impor 600.000 ton gula mentah untuk pabrik gula rafinasi. Alasannya, impor gula kembali dibuka untuk menjaga pasokan bagi industri makanan dan minuman.

Selain itu, Rofi mengaku heran dengan pernyataan Mendag Rahmat Gobel yang mengatakan importasi gula rafinasi dilakukan untuk mencegah beredarnya gula impor ilegal.

Padahal, menurut dia, peredaran gula ilegal lebih kepada keseriusan dalam peningkatan kapasitas dan penegakan hukum. Selain itu, adanya peredaran gula ilegal karena tidak kompetitifnya gula nasional secara umum akibat harga yang lebih tinggi dan sistem produksi belum efisien.

Terkait dengan impor ini, Rofi mengatakan revitalisasi industri gula nasional mendesak dilakukan.

"Pabrik gula nasional tertinggal secara teknologi dan berumur tua. Importasi gula rafinasi bisa diminimalisir dengan kuatnya produksi serta efisiennya industri gula nasional,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor gula gula mentah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top