Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penuhi Skala Keekonomian, Perumahan Butuh Lahan Lebih dari 400 ha

Pengusaha properti yang terhimpun dalam Realestat Indonesia (REI) Banten menyatakan skala keekonomian proyek perumahan dan permukiman butuh menggarap lebih dri 400 hektare per perusahaan di setiap provinsi.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 05 Juni 2015  |  12:30 WIB
Penuhi Skala Keekonomian, Perumahan Butuh Lahan Lebih dari 400 ha
Perumahan - Ilustrasi/antara
Bagikan

Bisnis.com, TANGERANG - Pengusaha  properti yang terhimpun dalam Realestat Indonesia (REI) Banten menyatakan skala keekonomian proyek perumahan dan permukiman butuh menggarap lebih dri 400 hektare per perusahaan di setiap provinsi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Solelaeman Soemawinata mengatakan dalam menetapkan batasan lahan perumahan harus betul-betul memikirkan pemenuhan skala keekonomian bagi pengembang properti.

"Ada nilai keekonomian tertentu untuk pengembang agar dia mampu membangun infrastruktur utama di kawasan perumahan yang digarap," tuturnya kepada Bisnis.com, di Tangerang, Jumat (5/6/2015).

Hal itu dikemukakannya merespon penerbitan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 5/2015 tentang Izin Lokasi. Selain menyoal kawasan industri, juga diatur untuk perkebunan besar yang diberikan Hak Guna Usaha, usaha tambak, dan pastinya perumahan dan permukiman.

Setiap perusahaan pengembang properti hanya diizinkan mengembangkan 400 hektare (ha) di suatu provinsi dan 4.000 ha se-Indonesia. Pengembang bisa mendapat izin lokasi lebih dari 400 ha dengan persetujuan dari kepala kantor pertanahan, kepala kantor wilayah BPN (Badan Pertanahan Nasional) provinsi setempat, dan tentunya menteri agraria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri agraria dan tata ruang realestat indonesia
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top