Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemindahan Ibu Kota Dari Jakarta ke Palangkaraya Kurang Tepat

Beberapa hari lalu, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri melontarkan kembali wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Palangkaraya. Alasannya, kota tersebut terletak di Pulau Kalimantan yang aman dari bahaya bencana alam.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 01 Juni 2015  |  16:01 WIB
Pemindahan Ibu Kota Dari Jakarta ke Palangkaraya Kurang Tepat
SBY dan Megawati Soekarnoputri - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti Center for Public Policy Transformation, Wicaksono Sarosa menilai wacana yang dilontarkan Megawati Soekarnoputri soal pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Palangkaraya dinilai kurang tepat.

Beberapa hari lalu, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri melontarkan kembali wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Palangkaraya. Alasannya, kota tersebut terletak di Pulau Kalimantan yang aman dari bahaya bencana alam.

Namun, menurut peneliti Center for Public Policy Transformation, Wicaksono Sarosa, ide tersebut kurang tepat setidaknya bila ingin diwujudkan dalam waktu dekat. Menurut pakar tata kota ini, rencana itu secara teknis dimungkinkan tetapi mengandung moral hazard bagi pemerintah.

“Kalau Ibu Kota pindah ke Kalimantan misalnya, pasti pemerintah lebih memikirkan untuk melayani dirinya sendiri. Mereka akan habiskan anggaran untuk bangun istana, gedung pemerintahan, dan infrastruktur lain ketimbang memenuhi kebutuhan rakyat,” katanya saat acara diskusi soal kota cerdas di Jakarta, Senin (1/6/2015).

Wicak mengatakan saat ini pemerintah belum berhasil memenuhi kebutuhan dasar warga termasuk di bidang sarana dan prasarana. Bahkan, tambah Wicak, di daerah sekitar Jakarta pun masih terlihat ketimpangan pembangunan.

“Banyak juga contoh di daerah-daerah ketika pemerintah setempat membangun gedung-gedung dengan biaya besar. Kontras dengan keadaan warga,” sambungnya.

Menurut Wicak, kondisi Indonesia berbeda dengan Malaysia yang beberapa tahun lalu memindahkan Ibu Kota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Di negeri jiran itu, pemerintah lebih dahulu menyejahterakan warganya sehingga, secara moral dan kebutuhan, relokasi pusat pemerintahan memang pantas dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta kalimantan ibu kota palangkaraya megawati soekarnoputri wicaksono sarosa
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top