Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boeing 777 Air France Nyaris Tabrak Gunung di Afrika Tengah

Para penyelidik kecelakaan transportasi Prancis telah membuka penyelidikan terhadap sebuah peristiwa yang nyaris berujung kecelakaan yang terjadi pada sebuah pesawat Boeing 777 milik Air France yang hampir menabrak gunung tertinggi di Afrika Tengah saat membawa 37 orang di dalamnya.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 27 Mei 2015  |  12:08 WIB
Boeing 777 Air France Nyaris Tabrak Gunung di Afrika Tengah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para penyelidik kecelakaan transportasi Prancis telah membuka penyelidikan terhadap sebuah peristiwa yang nyaris berujung kecelakaan yang terjadi pada sebuah pesawat Boeing 777 milik Air France yang hampir menabrak gunung tertinggi di Afrika Tengah saat membawa 37 orang di dalamnya.

Alarm "penarik" otomatis mati ketika pesawat rute Malabo, ibu kota Guinea Equatorial, ke Douala di Kamerun, pada 2 Mei, menyimpang dari rute aslinya untuk menghindari badai, kata penyelidik kecelakaan BEA.

Manuver itu membuat pesawat mengarah untuk menabrak Gunung Kamerun (4.040 meter), sebelum alarm berbunyi sehingga pilot mengarahkan lagi pesawat untuk menghindarkan gunung itu.

Tidak ada satu pun yang terluka, sedangkan pesawat meneruskan penerbangan tanpa gangguan apa-apa.

Air France membenarkan insiden itu dan menegaskan akan mengadakan penyelidikan internal untuk itu.

"Satu rute untuk menghindari badai membuat pesawat itu bergerak ke sisi Gunung Kamerun," kata para penyelidik seperti dikutip AFP.

"EGPWS (sistem peringatan kedekatan tanah/enhanced ground proximity warning system) di kokpit pesawat mati dan "pilot segera menjawab dengan mengeksekusi manuver yang sesuai," kata Air France.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air france

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top