Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelayaran Rakyat Butuh Kapal

Ketua Umum DPP Pelayaran Rakyat (Pelra) Sudirman Abdullah menyebutkan adanya penurunan jumlah kapal Pelra yang hanya tinggal 2.600 unit di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan menurunnya stimulus pembangunan dari pemerintah. Padahal, pada awal 2000-an jumlah kapal menyentuh 4.000 unit kapal.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 13 Mei 2015  |  14:44 WIB
/Bisnis/Paulus Tandi Bone
/Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, Jakarta — Ketua Umum DPP Pelayaran Rakyat (Pelra) Sudirman Abdullah menyebutkan adanya penurunan jumlah kapal Pelra yang hanya tinggal 2.600 unit di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan menurunnya stimulus pembangunan dari pemerintah. Padahal, pada awal 2000-an jumlah kapal menyentuh 4.000 unit kapal.

Dia mengatakan untuk menghidupkan gairah pelayaran rakyat butuh pengadaan 500-1.000 unit kapal per tahun. sementara itu, harga kapal semakin mahal mencapai Rp5 miliar per unit. Selain itu, Pelra juga membutuhkan muatan kapal yang juga terindikasi mengalami penurunan.

 “Buruh Pelra juga butuh dana khusus karena tidak sama dengan pelayaran lain. Dan sekarang mau disamakan dengan Pelindo,” katanya, Rabu (13/5).

Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan pelayaran rakyat walau hanya berbekal kapal berukuran 100 GT sampai 1.000 GT. Pelabuhan-pelabuhan di Riau dan Kalimantan, paparnya, telah mendukung penyeberangan hingga ke luar negeri.

Pelarangan penggunaan bahan kayu untuk pembuatan kapal juga menjadi faktor berkurangnya jumlaah kapal. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Pelra dalam bentuk permodalan.

“Semenjak tahun 2000, pembangunan turun karena kayu susah. Dulu belum ada perhatian, pemerintah perhatiannya kurang sekali sama Pelra,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal pelayaran rakyat
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top