Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian ESDM Tandatangani Komitmen Pengendalian Gratifikasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk memberantas korupsi dengan menandatangani komitmen pengendalian gratifikasi.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 13 April 2015  |  11:25 WIB
Kementerian ESDM Tandatangani Komitmen Pengendalian Gratifikasi
Menteri ESDM Sudirman Said - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk memberantas korupsi dengan menandatangani komitmen pengendalian gratifikasi.

Menteri ESDM Sudirman Said melakukan penandatanganan komitmen tersebut dihadapan pimpinan Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain di Kantornya pada Senin (13/4/2015).

"Institusi yang korup tidak pernah menjalankan tugas-tugasnya," kata Sudirman. Selain penandatanganan komitmen, Kementerian ESDM juga meluncurlan Whistleblowing System Online.

Whistleblowing System adalah aplikasi yang disediakan bagi pegawainya yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Kementerian ESDM.

Istilah whistleblower sebagai "peniup peluit", ada yang menyebutkan "saksi pelapor", atau bahkan "pengungkap fakta". Peran whistleblower sangat besar untuk melindungi negara dari kerugian yang lebih parah dan pelanggaran hukum yang terjadi.

Pimpinan KPK Zulkarnain menyatakan bahwa gratifikasi harus dilaporkan ke KPK dalam waktu 30 hari kerja. "Lebih dari itu maka dianggap suap kecuali dapat dibuktikan sebaliknya," katanya.

Dirinya juga mengaku telah menetapkan Kementerian ESDM sebagai salah satu sektor yang menjadi prioritas pemberantasan korupsi. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm gratifikasi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top