Harga Beras Mulai Stabil: Ini Penyebabnya

Berdasarkan data Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, harga beras di sejumlah daerah sudah mulai turun dari minggu lalu.
Muhammad Avisena | 17 Maret 2015 09:23 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan data Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, harga beras di sejumlah daerah sudah mulai turun dari minggu lalu.

Penurunan harga di sejumlah pasar induk disebabkan adanya penambahan pasok 86,4% dari rata-rata minggu keempat Februari 2015. Semula 2.280 ton menjadi 4.252 ton pada minggu kedua Maret 2015.

Harga Beras rata-rata nasional per 16 Maret 2015 dibanding minggu lalu turun 1% dari Rp10.540/kg menjadi Rp. 10.430kg.

Penurunan harga beras berada di kisaran 0,6%-6,13% di 11 wilayah ibu kota propinsi a.l. Surabaya, Mataram, Makassar, Yogyakarta, Bandar Lampung, Palembang, Jambi, Semarang, DKI Jakarta, Manado dan Pangkalpinang.

Penambahan pasok pada periode tersebut berasal dari Bulog (1.510 ton), Jawa Tengah (933 ton), Cirebon (503 ton), Karawang (382 ton), dan wilayah lainnya (924 ton).

So far sudah mendekati, sesuai dengan target. Sekarang relatif sudah stabil. Penyebabnya banyak faktor, operasi kemarin juga sudah cukup besar, raskin juga digelontorkan dengan jumlah cukup signifikan, sementara hasil panen raya juga sudah mulai masuk pasar, sehingga harga langsung menyesuaikan,” kata Direktur Pelayanan Publik Bulog Lely Pritasari Subekti.

Lely menambahkan, operasi pasar dari Bulog akan berakhir pada minggu keempat Maret 2015 sesuai dengan instruksi Menteri Perdagangan. Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa operasi tahap tiga ini hanya sisa dari operasi pasar sebelumnya dan akan ditujukan ke pasar-pasar ritel. 

Tag : Harga Beras
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top