Ekspor Produk Pertanian Ke China Terjun Payung

Produk-produk unggulan ekspor Indonesia ke China mengalami penurunan drastis.
Muhammad Avisena | 17 Maret 2015 11:43 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Produk-produk unggulan ekspor Indonesia ke China mengalami penurunan drastis.

Tercatat ekspor batubara ke China pada Februari 2014 mencapai US$527,66 juta turun 50,48% menjadi US$261,3 juta pada Februari 2015.

Ekspor CPO dari US$324,96 juta pada Februari 2014 turun 62,99% menjadi US$120,25 juta.

Begitu juga dengan ekspor karet dan barang-barang dari karet dari US$119,99 juta turun 75,91%  menjadi US$28,9 juta.

“Selain ekonomi China yang melemah, ini bisa juga karena harganya belum normal. Permintaan menurun dan harga belum kembali semula seperti tahun lalu,” katanya.

Adapun komoditas ekspor yang juga mengalami penurunan ekspor ke China periode Februari 2014 ke Februari 2015 a.l. kayu dan barang-barang dari kayu (-15,72%), barang-barang kimia lainnya (-60,95%), dan bahan kimia organik (59,9%).

Sedangkan produk impor dari China yang mengalami peningkatan a.l mesin dan alat mekanik (8,61%), besi dan baja (86,07%). kimia organik (12,26%), plastik dan barang dari plastik (42,97%), dan filament buatan (80,02%).

Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) mengatakan neraca perdagangan Indonesia dengan China selalu mengalami defisit sejak 2010.

Jika dilihat dari komoditas ekspor unggulan Indonesia ke China kebanyakan berbasis pada sumber daya alam.

Sementara pasar dalam negeri Indonesia, baik itu untuk industri maupun pangan sangat bergantung pada impor.

“Tidak ada ekspor produk barang jadi yang kita ekspor ke China, semua ekspor yang dilakukan ke China adalah bahan baku Industri. Jadi walaupun China memiliki penduduk yang besar dan pangsa pasar yang besar, sulit untuk Indonesia mendapatkan surplus perdagangan karena ekspor komoditas Indonesia tidak diserap konsumen, tetapi oleh Industri,” katanya.  

Tag : ekspor
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top