Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Rokok Putih Minta Keringanan Cukai

Produsen sigaret putih mesin (SPM) meminta pemerintah kembali menghidupkan insentif berupa keringanan cukai.nn
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 20 Februari 2015  |  13:36 WIB
Keringanan cukai dapat diperoleh jika produsen SPM dapat mengekspor dalam jumlah lebih banyak ketimbang penjualan di dalam negeri. - Ilustrasi Buruh pabrik rokok di Sampoerna/Bisnis.com
Keringanan cukai dapat diperoleh jika produsen SPM dapat mengekspor dalam jumlah lebih banyak ketimbang penjualan di dalam negeri. - Ilustrasi Buruh pabrik rokok di Sampoerna/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen sigaret putih mesin (SPM) meminta pemerintah kembali menghidupkan insentif berupa keringanan cukai.

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti mengatakan insentif tersebut dapat diperoleh jika produsen SPM dapat mengekspor dalam jumlah lebih banyak ketimbang penjualan di dalam negeri.

“Beberapa tahun lalu ekspor rokok dapat insentif pengurangan cukai dari produksi dalam negerinya, ini dihilangkan sejak 2003,” ucapnya, Jumat (20/2/2015).

Peraturan tersebut diyakini bisa merangsang produsen rokok putih lebih giat memasarkan barang ke luar negeri. Apalagi di dalam negeri sendiri pangsa pasarnya memang minim. Pada tahun lalu market share SPM cuma sekitar 6% dari penjualan 340 miliar batang.

Negara tujuan ekspor rokok putih buatan Indonesia banyak menuju ke kawasan Asia seperti Vietnam, Laos, Kamboja. Ada pula yang membidik pasar Asia Pasifik dan Eropa. Namun, Gaprindo tidak menyebutkan lebih detail terkait pangsa pasar masing-masing negara itu.

“Dulu pengurangan cukainya itu sekitar 1% atau 2%. Insentif ini supaya lebih banyak rokok putih diekspor,” ujar Muhaimin.

Sejauh ini produk olahan hasil tembakau alias sigaret tetap menjadi tumpuan pendapatan cukai. Kenaikan fantastis penerimaan cukai 23,4% akan disokong kenaikan tarif cukai hasil tembakau rerata 8,7% plus produksi menjadi 361 miliar batang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok industri hasil tembakau
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top