Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gubernur Aher: Kinerja Sektor Manufaktur Kita Belum Oke

Untuk mengurangi pengangguran dan menghadirkan lapangan kerja yang lebih banyak, pengusaha harus memberikan komitmennya untuk menguasai industri hulu hingga hilir, sehingga tenaga serta proses kerja yang dilakukan berlangsung di dalam negeri.
Gubernur Aher menilai proses pengolahan sumber daya alam nasional tidak dilakukan secara utuh dari hulu ke hilir./Ilustrasi Pertambangan-Bisnis
Gubernur Aher menilai proses pengolahan sumber daya alam nasional tidak dilakukan secara utuh dari hulu ke hilir./Ilustrasi Pertambangan-Bisnis

Bisnis.com,  BANDUNG - Untuk mengurangi pengangguran dan menghadirkan lapangan kerja yang lebih banyak, pengusaha harus memberikan komitmennya untuk menguasai industri hulu hingga hilir, sehingga semua tenaga dan proses kerja berlangsung di dalam negeri.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan adanya ketidak hati-hatian dalam manajemen ekonomi dalam negeri yang masih kurang mapan memicu proses pengolahan sumber daya alam yang dimiliki tidak utuh dilakukan dari hulu ke hilirnya.

“Kita kurang hati-hati dalam mengolah sumber daya alam. Padahal sumber daya yang kita miliki lebih hebat dari Korea Selatan. Kita baru berfikir ekspor kalau sudah di hilir, jangan berfikir ekspor di hulu. Dampaknya jelas,” ucap Heryawan, Selasa (17/2/2015).

Menurut Aher (sapaan akrab Ahmad Heryawan), Korea Selatan mengolah semua sumber daya yang mereka miliki di dalam negeri, sehingga dampaknya tidak ada pengangguran di sana.

“Mengapa Korea Selatan tidak ada pengangguran? Sebab dia punya mining, migas, pertanian, dan barang-barang mentah diolah seluruhnya di Korea. Jadi jam kerja di Korea, tenaga kerja di Korea. Titik akhirnya pun di Korea, pemasaran baru keluar selain di dalam negeri,” papar Aher.

Dia menjelaskan proses keutuhan industri tersebut dapat menghadirkan lapangan kerja, sehingga dampaknya di Korsel tidak ada pengangguran. Selain itu, di Indonesia angkatan kerja lebih banyak daripada lapangan kerjanya, karena industri manufaktur dalam negeri belum bekerja dengan baik.

Selain potensi sumber daya alam, Indonesia juga memiliki pangsa pasar yang begitu besar, yaitu dengan potensi pasar terbuka hingga 247 juta jiwa. Di Jabar sendiri, pasar terbuka diperkirakan mencapai hingga 46,3 juta jiwa.

Melalui potensi ini serta pengelolaan industri hulu hingga hilirnya, lapangan kerja akan terbuka, angkatan kerja akan tertampung, dan kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Untuk itu, Heryawan ingin serta medorong para pengusaha agar dapat membangun komitmen dalam menghadirkan berlangsungnya keutuhan proses industri tersebut.

“Pemprov Jabar hingga saat ini terus mendorong terciptanya pengusaha baru hingga 100.000 wirausahawan dalam lima tahun ke depan, agar terjadi pengelolaan sumber daya yang pengolahannya mulai dari bahan mentah menjadi barang jadi semuanya dilakukan di dalam negeri,” ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper