Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serikat Pekerja Diminta Jangan Mudah Diadu Domba

Kalangan pekerja diminta untuk tidak mudah terpecah-belah dalam menyampaikan aspirasinya sehingga soliditas pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya bisa terjaga.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 17 Februari 2015  |  13:07 WIB
Serikat Pekerja Diminta Jangan Mudah Diadu Domba
Kalangan pekerja diharapkan bisa berbenah dan bersatu padu untuk menyuarakan tuntutannya terkait peningkatan kesejahteraan pekerja dari seluruh kalangan. - Ilustrasi Demonstrasi buruh/Jibiphoto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pekerja diminta untuk tidak mudah terpecah-belah dalam menyampaikan aspirasinya sehingga soliditas pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya bisa terjaga.

Hal tersebut disampaikan Direktur Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan hayani Rumondang saat menghadiri rapat kerja nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Selasa (17/2/2015).

"Perbedaan pragmatis kerap menyebabkan perpecahan serikat pekerja. Ini menyebabkan soliditas buruh menjadi rentan. Seharusnya ini menjadi bahan introspeksi serikat pekerja untuk membentuk hubungan tenaga kerja yang kondusif," katanya.

Dia berharap kalangan pekerja bisa berbenah dan berstau padu untuk menyuarakan tuntutannya terkait peningkatan kesejahteraan pekerja dari seluruh kalangan.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan negara masih abai terhadap kesejahteraan buruh. Akibatnya, selama ini dialog antara serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah tidak pernah berdampak positif bagi buruh.

Iqbal lantas mendesak pemerintah Indonesia meningkatkan daya pembelian masyarakat, seperti yang pernah dilakukan Brazil pada masa kepemimpinan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

"Presiden Brazil tersebut setiap tahun meningkatkan upah buruh hingga 30%. Sekarang ekonomi mereka termasuk yang terbesar, sejajar dengan negara-negara G7," kata Iqbal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serikat pekerja Kemenaker
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top