Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raksasa Fotografi Fujifilm Ekspansi ke Bidang Kosmetika

Perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang fotografi Fujifilm kini melebarkan sayapnya ke bisnis kosmetika.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 07 Februari 2015  |  20:00 WIB
Raksasa Fotografi Fujifilm Ekspansi ke Bidang Kosmetika
Produk Astalift dari Fujifilm - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang fotografi Fujifilm kini melebarkan sayapnya ke bisnis kosmetika dengan meluncurkan produk perawatan kulit bernama Astalift.

Kosmetika yang telah diluncurkan di Jepang sejak 2007 tersebut kini mulai memasuki pasar Indonesia.

 Menurut Regional Marketing Manager Fujifilm Asia Pasific Satoru Nishimura, pada dasarnya Fujifilm memiliki enam bisnis utama antara lain digital imaging, health care, highly functional materials seperti Liquid Chrystal Display (LCD) , graphic systems, optical devices dan document solutions dengan produk unggulannya mesin fotocopy

 Pihaknya melakukan ekspansi bisnis ke bidang kosmetika setelah melesunya bisnis cetak foto, sekaligus melihat potensi pasar yang besar dalam bidang ini.

“Kami percaya bisa membuat produk perawatan kulit dengan teknologi yang kami miliki. Awalnya masyarakat cukup heran dengan langkah kami, namun setelah kami  mulai usaha di bidang ini sejak 2007 di Jepang, kini 90% masyarakat Jepang telah mengetahui Fujifilm memiliki produk kosmetika,” ujar Nishimura saat konferensi pers Astalift, belum lama ini.

Dia mengemukakan pihaknya agresif dalam mempromosikan produknya, sehingga kini Astalift termasuk ke dalam lima produk perawatan kulit teratas di Jepang.

Dia bahkan mengklaim mampu menghasilkan penjualan produk unggulannya bernama Jelly Aquarista hingga satu juta unit per tahun, dengan perkembangan hingga 150% sejak produk tersebut diluncurkan.

Di sisi lain, Nishimura mengaku kontribusi penjualan produk kosmetika ini masih terlampau kecil terhadap total keuntungan Fujifilm secara keseluruhan, yakni di bawah 1%. 

Oleh karena itu, pihaknya pun melebarkan sayap ke-sembilan pasar di Asia Pasifik seperti China, Hongkong, Vietnam, Singapura, Malaysia, Taiwan, Bangladesh, dan Korea, Indonesia, dengan target penjualan meningkat dua kali lipat setiap tahun.

Produk ini mulai memasuki pasar Indonesia sejak 12 Desember 2012, dengan PT. Multi Indo Citra, Tbk selaku distributor.

Menurut  Direktur PT. Multi Indocitra, Tbk Anthony Honoris , hingga kini, penjualan Astalift berhasil tumbuh hingga 300% sejak dua tahun terakhir.  

Uniknya, ungkap dia,  produk perawatan kulit ini juga menggunakan teknologi nano yang selama ini telah dilakukan Fujifilm dalam bidang fotografi.

Teknologi nano yang merupakan hasil penelitian Fujifilm selama 80 tahun untuk mendapatkan hasil fotografi terbaik, ternyata mempunyai kaitan yang erat dengan perawatan kulit.

Dengan menggunakan teknologi ini, Astalift mampu menciptakan zat yang bermanfaat bagi peremajaan kulit seperti astaxanthin dan lycopene dengan ukuran  yang jauh lebih kecil, sekitar 60 nano meter, sehingga mampu meresap lebih baik ke dalam celah-celah sel kulit kulit yang besarnya sekitar 100 nano meter.

Hingga kini,  produk perawatan kulit premium ini telah tersedia dalam varian anti-aging series, whitening series dan base make up series dan tersedia di delapan pusat perbelanjaan di Jakarta dan Medan.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp320ribu hingga Rp1.2 juta untuk produk unggulan Jelly Aquarysta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis fujifilm
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top