Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Mainan Minta Fasilitas Urus Sertifikat HKI

Asosiasi Pengrajin Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (Apmeti) mengharapkan pemerintah tingkatkan fasilitas mendapatkan sertifikasi hak kekayaan intelektual (HKI).
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  18:09 WIB
Ilustrasi - Jibi
Ilustrasi - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengrajin Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (Apmeti) mengharapkan pemerintah tingkatkan fasilitas mendapatkan sertifikasi hak kekayaan intelektual (HKI).

Ketua Umum Apmeti Danang Sasongko mengatakan kekhawatiran muncul menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang memungkinkan produk impor menguasai pasar mainan anak di Indonesia.

“Pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi industri lokal dalam memperoleh hak paten. Industri mainan anak edukatif maupun tradisional terus berinovasi menyesuaikan pasar, jangan sampai keringat kami dinikmati begitu saja oleh pihak lain,” tuturnya, Jumat (23/1).

Belum lama ini, industri mainan anak telah dilengkapi dengan aturan SNI wajib yang diterapkan November 2014. Dampaknya, beragam mainan anak tanpa stadarisasi tersebut tidak bisa terus beredar. Hanya saja, Danang menganggap upaya pemerintah meningkatkan daya saing industri nasional tidak diiringi dengan pengawasan yang ketat.

Menurutnya, hingga kini mudah diperoleh produk mainan nir-SNI yang beredar, baik yang dijual di pasar tradisional maupun modern. Untuk meningkatkan proteksi bagi industri dalam negeri, Apmeti mengharapkan pemerintah proaktif dalam memfasilitasi atau mendampingi industri mendapatkan hak patennya.

“Sosialisasi harus ditingkatkan, kadang masih ada juga pelaku usaha yang tidak memikirkan hal itu. Akan tetapi, ketika produk ciptaannya banyak ditiru dan mengalahkan produk aslinya, barulah bersuara,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hak paten
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top