Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Nganjuk Kembangkan Bawang Merah Varietas Unggul

Petani di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengembangkan bawang merah varietas unggul karena mampu menghasilkan produksi lebih besar dibandingkan varietas lain.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  18:30 WIB
Bawang merah.  - Bisnis.com
Bawang merah. - Bisnis.com

Bisnis.com, NGANJUK - Petani di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengembangkan bawang merah varietas unggul karena mampu menghasilkan produksi lebih besar dibandingkan varietas lain.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Agoes Soebagijo mengatakan produk yang dikembangkan itu masih dalam tahap uji coba dan varietas baru. Dalam uji coba itu dilakukan dua kelompok tani di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

"Ini masih baru dan masih uji coba. Setelah kami cek di lapangan, ternyata hasilnya signifikan dan bisa memberikan nilai tambah dan untuk selanjutnya bisa dikembangkan," katanya, Rabu (21/1/2015).

Ia mengatakan kelompok tani yang melakukan uji coba bawang merah varietas baru itu adalah kelompok tani di Desa Sukorejo dan Desa Mojoduwur, Kecamatan Rejoso. Masing-masing kelompok tani melakukan uji coba di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

Ketua Gapoktan Luru Luhur Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Akat, mengatakan varietas itu diberi nama Tajuk kepanjangan dari tanaman Jawa dari Nganjuk. Varietas itu merupakan hasil persilangan dari beberapa varietas bawang merah lokal.

"Kami sudah lakukan uji coba, dan ternyata produksinya lebih baik dengan tajuk ini," katanya.

Ia melakukan uji coba pengembangan produk itu di lahan seluas 1.000 meter persegi. Dari luas lahan tersebut, mampu menghasilkan bawang merah sebesar 12 kuintal per 1.000 meter persegi, lebih banyak dari produksi bawang merah jenis lainnya yang hanya sekitar 9 kuintal per 1.000 meter persegi.

Ia mengatakan varietas tajuk itu menjadi andalan. Selain produksi yang lebih baik dari varietas lain, masa simpan bawang merah ini cukup lama. Jika varietas lain, hanya sekitar 2 bulan, Tajuk mampu sampai 7 bulan.

Hal itu juga dipengaruhi masa tanam yang relatif lebih lama dari jenis lainnya, di mana masa tanamnya sampai 52 hari, padahal jenis lainnya hanya sekitar 42-43 hari sudah dipanen.

"Kelebihan lainnya, bentuk bawangnya bulat, sehngga banyak disukai. Dari sisi warna, kekerasan serta aroma juga disenangi. Selain itu, dengan penyakit juga lebih toleran," katanya.

Menurut dia, dalam uji coba ini juga dilakukan di luar musim. Biasanya, para petani baru melakukan tanam pada kemarau, tapi dalam uji coba ini dilakukan saat penghujan, tepatnya dimulai pada Desember 2014.

Dalam melakukan uji coba, pola tanam diubah, mengingat cuaca yang sering hujan, dengan mengatur pola tanam dengan menyiasati jarak tanam serta ketinggian permukaan. Hal itu dilakukan, agar air tidak menggenang.

Saat masa tanam, petani sengaja memasang solar cell di sekitar ladang, guna menarik serangga, sehingga mampu menekan penggunaan pestisida. Penggunaan alat ini mampu menekan sampai 80%. "Kami hanya gunakan fungisida untuk pengendali jamur dan bisa menekan penggunaan pestisida sampai 80%," ujarnya.

Pihaknya mengaku puas dengan hasil produksi pengembangan varietas baru ini. Ke depan, ia dengan para petani lainnya berencana mengembangkan benih ini, namun sampai saat ini masih terkendala dengan seritifikasi.

Ia berharap pemerintah bersedia menjadi mediator dan memudahkan untuk rencana sertifikasi bibit bawang merah varietas baru ini. Dengan itu, diharapkan, bibit tersebut bisa lebih dikembangkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang merah

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top