Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selesaikan Investasi Terganjal Senilai Rp423,7 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal fokus menyelesaikan 95 proyek rencana investasi yang terganjal dengan total nilai Rp432,7 triliun dalam setahun mendatang.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  20:51 WIB
Kepala BKPM Franky Sibarani. - JIBI
Kepala BKPM Franky Sibarani. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA— Badan Koordinasi Penanaman Modal fokus menyelesaikan 95 proyek rencana investasi yang terganjal dengan total nilai Rp432,7 triliun dalam setahun mendatang.

Kepala Badan Koordinasi Penenaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan rangkaian proyek investasi yang terganjal dikumpulkan dari rencana investasi empat tahun terakhir. Proyek-proyek tersebut tersebut tersebar di 25 provinsi dengan masalah utama perizinan di daerah. Menurutnya, selama ini success rate masih rendah terutama bial berhubungan dengan pemerintah daerah.

“Masalahnya bermacam-macam, tetapi 20% terkait perizinana tingkat daerah. Sayang sekali kalau nilai sebesar itu terhambat realisasinya, kami targetkan satu tahun sebagian [50%] sudah dapat terfasilitasi dengan baik,” tuturnya disela-sela Dialog interaktif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bertajuk Iklim Investasi dan Ekonomi, Rabu (21/1).

Franky mengatakan masalah semacam investasi terganjal harus segera diselesaikan agar mampu mengembalikan kepercayaan investor mengenai kemudahan berinvestasi di Indonesia.

Dari proyek yang ada, ada 64 proyek yang berasal dari penanaman modal asing (PMA), 10 dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), 20 proyek skema kerja sama pemerintah swasta (KPS) dan satu proyek dari swasta nasional.

Sementara itu, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama dengan jumlah 14 proyek rencana investasi yang terganjal, selanjutnya DKI Jakarta dengan 10 proyek, Provinsi Banten dan Papua Barat terkendala tujuh proyek. Walaupun tidak menjelaskan secara mendetil, Franky mengatakan ada beberapa investasi besar yang termasuk dalam 95 proyek tersebut.

“Kami prioritaskan proyek yang bisa mendukung pembangunan nasional, seperti sektor pelistrikan. Semakin cepat semakin baik, tetapi kami juga pahami masalahnya beragam sekali,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

izin investasi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top