Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Melemah, Defisit Anggaran Melebar

Defisit anggaran dalam 10 bulan terakhir mencapai Rp194,1 triliun, lebih lebar dari periode sama tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang membebani sejumlah pos belanja.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 09 Desember 2014  |  20:43 WIB
Menghitung rupiah. Nilai tukar melemah, defisit anggaran melebar - Bisnis
Menghitung rupiah. Nilai tukar melemah, defisit anggaran melebar - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Defisit anggaran dalam 10 bulan terakhir mencapai Rp194,1 triliun, lebih lebar dari periode sama tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang membebani sejumlah pos belanja.

Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan mengumumkan realisasi defisit Januari-Oktober itu telah mencapai 80,4% dari rencana defisit APBN Perubahan 2014 senilai Rp241,5 triliun.

Realisasi itu jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Setahun lalu, defisit fiskal hanya Rp139,5 triliun atau 62,2% dari rencana Rp224,2 triliun. Pencapaian defisit bahkan lebih rendah lagi pada Oktober 2012, yakni Rp75,6 triliun atau 39,8% dari rencana Rp190,1 triliun.

Namaun demikian,  Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tetap yakin posisi defisit pada akhir tahun akan di bawah rencana.

"Defisit anggaran perkiraannya di bawah 2,4% (terhadap produk domestik bruto)," katanya, Selasa (9/12/2014).

Defisit yang menganga lebih lebar tahun ini terjadi seiring realisasi subsidi BBM dan pembayaran kewajiban utang yang meninggi sejalan dengan depresiasi rupiah.

Belanja subsidi BBM hingga Oktober mencapai Rp228,6 triliun atau 92,7% dari pagu Rp246,5 triliun. Padahal pada periode sama tahun lalu, realisasi dalam 10 bulan terakhir hanya Rp174 triliun atau 87,1% dari pagu Rp199,9 triliun.

Sementara itu, realisasi kewajiban pembayaran utang pun naik menjadi Rp113,3 triliun atau 83,6% dari pagu Rp135,5 triliun. Padahal setahun lalu, realisasi kewajiban pembayaran utang hanya Rp91 triliun atau 80,9% dari pagu Rp112,5 triliun.

Meskipun subsidi BBM sudah 92,7% dari pagu, Menkeu yakin realisasi pada pengujung tahun kan di bawah pagu.

"Saya sudah dapat laporannya," ujar Bambang.

Dari sisi penerimaan negara, performa tahun ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Penerimaan perpajakan hingga Oktober mencapai Rp906,6 triliun atau 72,8% dari target, sedangkan pada periode sama tahun lalu realisasi hanya Rp839 triliun meskipun secara persentase lebih tinggi, yakni 73,1% terhadap target.

Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP), realisasi mencapai Rp309,9 triliun atau 80,1% dari target, sedangkan setahun lalu pencapaian hanya Rp257,7 triliun atau 73,8% dari target.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

defisit anggaran apbn-p 2014
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top