Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tunggu 5 Tahun Lagi, Jakarta Digadang-gadang Jadi Kota Layak Huni

DKI Jakarta ditargetkan dapat menjadi kota layak huni dalam 5 tahun ke depan berdasarkan skala ukuran dari Ikatan Ahli Perencana Indonesia.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 19 Agustus 2014  |  17:48 WIB
Kawasan hunian berimbang di Jakarta - Bisnis
Kawasan hunian berimbang di Jakarta - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—DKI Jakarta ditargetkan dapat menjadi kota layak huni dalam 5 tahun ke depan berdasarkan skala ukuran dari Ikatan Ahli Perencana Indonesia.

Wakil Menteri Pekerjan Umum Hermanto Dardak mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya membuat Ibu Kota negara ini menjadi kota yang lebih nyaman dan produktif.

“Bila berdasarkan poin rata-rata indeks kenyamanan nasional berada pada nilai 63% (hasil riset IAP Indonesia), seharusnya Jakarta bisa mencapai titik itu dalam waktu 5 tahun ke depan,” ungkapnya usai mengisi Forum Managing Transition, Selasa (19/8/2014).

Dia mengatakan berbagai upaya seperti membangun Kanal Banjir Timur, membenahi bantaran Kali Ciliwung, memperlebar sungai, dan berbagai penerapan teknologi sudah dilakukan. Dengan begitu, Jakarta akan menjadi kota yang lebih layak huni.

Selain aturan rencana tata ruang wilayah, dia menuturkan pemda DKI Jakarta juga telah merampungka pembahasan rencana detail tata ruang dan aturan zonasi. Keberadaan aturan tersebut akan memberikan kepastian kepada investor dalam melakukan pengembangan.

“Pemda dapat melakukan pengendalian terhadap tata ruang, dan diharapkan dapat berjalan lebih baik. Bagi investor juga memperoleh kepastian terkait keberadaan lahan yang ada. Di situ sudah dijelaskan secara lebih detail termasuk turunan operasionalnya,” tambahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota rumah layak huni
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top