Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GAPMMI: Industri Mamin Butuh 3 Bulan Adaptasi Kebijakan BBM

Produsen makanan dan minuman memperkirakan pasar butuh waktu tiga bulan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan pengendalian distribusi BBM subsidi. Pelaku industri ini sebetulnya menginginkan pemerintah langsung menaikan harga saja alias subsidi dicabut.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 06 Agustus 2014  |  19:29 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen makanan dan minuman memperkirakan pasar butuh waktu 3 bulan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan pengendalian distribusi BBM subsidi. Pelaku industri ini sebetulnya menginginkan pemerintah langsung menaikan harga saja alias subsidi dicabut.

“Kalau kebijakan yang sekarang bisa menimbulkan ketimpangan lagi apalagi tempatnya berbeda-beda. Pengusaha sudah lama dorong penghapusan subsidi BBM secara terencana,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, di Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Pengendalian pasokan solar bersubsidi yang sekarang diterapkan BPH Migas membuat biaya distribusi produk makanan dan minuman terancam melonjak. GAPMMI memperkirakan pasar butuh waktu tiga bulan untuk beradaptasi. Porsi biaya distribusi setara 5% - 8% dari harga jual dan sekitar separuhnya untuk membeli bahan bakar.

Gonjang-ganjing menyikapi kebijakan baru soal BBM subsidi melemahkan optimistis pebisnis terhadap pertumbuhan produksi industri makanan dan minuman (mamin). “[Kalau harga BBM naik] saya kira juga akan menyebabkan kenaikan harga jual produk mamin,” tutur Adhi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bersubsidi industri makanan dan minuman bahan bakar minyak
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top