Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor BBM Turun Tipis, Menkeu Duga Akibat Penyelundupan

Menteri Keuangan M. Chatib menduga penurunan volume impor BBM tidak signifikan karena penyelundupan BBM subsidi ke luar negeri masih berlangsung, bahkan kian marak seiring dengan pelemahan rupiah.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 04 Juli 2014  |  00:14 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan M. Chatib menduga penurunan volume impor BBM tidak signifikan karena penyelundupan BBM subsidi ke luar negeri masih berlangsung, bahkan kian marak seiring dengan pelemahan rupiah.

Dia menjelaskan depresiasi rupiah membuat disparitas antara harga BBM domestik dengan harga internasional kian lebar. Orang pun menangguk untung lebih besar jika menjual BBM subsidi ke luar negeri. 

"Sekarang dengan kurs yang melemah, gap-nya semakin besar sehingga insentif untuk melakukan smuggling kembali muncul. Akibatnya, volumenya naik," katanya, Kamis (3/6/2014).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan volume impor migas sepanjang 5 bulan pertama hanya turun 1,4% dibandingkan periode sama tahun lalu. Impor hasil minyak berkurang 3% menjadi 11,4 juta ton. Impor minyak mentah malah naik 1,2% menjadi 6,8 juta ton.

Realisasi volume impor yang belum banyak berubah itu menandakan konsumsi BBM di dalam negeri ‘kebal’ terhadap penaikan harga premium dan solar menjadi Rp6.500 dan Rp5.500 per liter itu Juni tahun lalu.

Selain penyelundupan, ujar Chatib, disparitas harga yang makin lebar mendorong migrasi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi sehingga konsumsi naik. 

Namun, soal tidak berjalannya diversifikasi energi yang menjadi sorotan BI, Chatib enggan menanggapi. "Tanya Kementerian ESDM kalau soal itu," ujarnya.

Bank Indonesia melihat kenaikan harga BBM bersubsidi medio tahun lalu tidak cukup signifikan mengurangi impor BBM, tercermin dari volume impor migas Januari-Mei yang hanya turun kurang dari 2%. 

“Yang pasti, penurunan impor BBM di bawah ekspektasi kami,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat berkunjung ke kantor Bisnis, Rabu (2/7).

 Kendati demikian, Mirza mengaku lupa berapa penurunan impor BBM yang diharapkan bank sentra; setelah harga BBM subsidi disesuaikan.

 BI menduga diversifikasi energi yang selama ini tidak berjalan membuat volume impor bahan bakar fosil tak berkurang signifikan di tengah pertumbuhan konsumsi.

“Impor BBM ini harus ada penyelesaian, harus ada solusi, harus ada diversifikasi energi,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyelundupan bbm impor bbm
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top