Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ROYALTI BATU BARA: Berikut Ulasan Dampak Kenaikannya

Guru Besar Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandy Arief menilai kenaikan royalty batu bara itu justru akan mengurangi pendapatan serta munculnya dampak lain di industri pertambangan batu bara.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 04 Juli 2014  |  12:09 WIB
ROYALTI BATU BARA: Berikut Ulasan Dampak Kenaikannya
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Keinginan pemerintah untuk bisa meningkatkan pendapatan negara  melalui kenaikan royalti Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara, dinilai tidak akan berjalan dengan baik.

Guru Besar Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandy Arief menilai kenaikan royalty batu bara itu justru akan mengurangi pendapatan serta munculnya dampak lain di industri pertambangan batu bara.

Menurut mantan Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) itu, rencana pemerintah menaikan royalti batu bara IUP juga Perjanjian karya pengusahaan batu bara (PKP2B) generasi 2 dan 3, tidak tepat dilakukan sekarang ini.

Dia menilai kenaikan royalti batu bara sebaiknya  dilakukan berdasarkan indeks harga batu bara, sehingga baik pengusaha maupun pemerintah tidak akan dirugikan karena besarannya sesuai dengan harga yang beredar di pasaran internasional.

“Kenaikan royalti sebaiknya menunggu perbaikan harga batu bara, kecuali kalau menggunakan indeks harga batu bara,” ujarnya, Jumat (4/7/2014).

Dengan kenaikan tersebut, lanjut Irwandy, penerimaan pemerintah daerah akan mengalami kenaikan, tetapi sebaliknya pemerintah pusat akan mengalami kekurangan pendapatan.  Dampak lainnya, akan ada kekurangan dana untuk  kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan dampak yang lebih besar adalah penurunan jumlah karyawan, karena perusahaan harus melakukan efisiensi.

“Untuk menjaga pendapatan pemerintah, pemerintah sebaiknya melakukan penertiban ilegal mining dan mengintegrasikan kebijakan untuk ketahanan energi nasional.”

Seperti diketahui, rencana kenaikan royalti batu bara untuk pemegang IUP batu bara dilakuakn melalui revisi Peraturan Pemerintah  (PP) No 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Dalam rencana revisi PP tersebut, royalti IUP batu bara akan dinaikan  setara dengan pemegang PKP2B sebesar 13,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara royalti tarif royalti batu bara
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top