Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Rokok, Diprediksi Tumbuh 4%

Pertumbuhan konsumsi rokok pada tahun 2014 diproyeksi mencapai 4%, atau senilai 345 miliar batang. Pertumbuhan diperkuat lewat beberapa helatan olahraga dunia dan agenda musik nasional.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 19 Mei 2014  |  20:28 WIB
Pabrik sigaret kretek tangan. Konsumsi rokok diprediksi tumbuh 4% - JIBI
Pabrik sigaret kretek tangan. Konsumsi rokok diprediksi tumbuh 4% - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi rokok pada tahun 2014 diproyeksi mencapai 4%, atau senilai 345 miliar batang.

Hasan Aoni Aziz, Sekretaris Jendral Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), mengatakan peningkatan pertumbuhan konsumsi terpengaruhi oleh adanya helatan pemilu yang berdampak penurunan penjualan.

"Penjualan tertolong adanya helatan Piala Dunia, dan agenda olahraga lainnya. Tidak hanya mengimbangi penurunan penjualan akibat pemilu tetapi malah memberikan tingkatan pertumbuhan," tuturnya pada Bisnis.com, Senin (19/5/2014).

Namun demikian, menurutnya, pertumbuhan konsumsi tidak disokong oleh semua jenis rokok. Sigarete putih mesin (SPM) tidak mengalami pertumbuhan konsumsi, atau hanya menyumbang 6% dari total.

Sedangkan sigarete kretek mesin (SKM) menyumbang 67% dari total konsumsi. Sisanya disumbang oleh beberapa jenis rokok lain.Tahun ini ada beberapa jenis rokok yang tidak mengalami pertumbuhan, akan tetapi pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan tetap stagnan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top