Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SERTIFIKASI KARET: Draf Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Kementerian Pertanian menargetkan draf sertifikasi keberlanjutan pengelolaan perkebunan karet selesai tahun ini.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 13 Mei 2014  |  20:10 WIB
Pemangkasan produksi adalah langkah temporer untuk menghindarkan petani dari kerugian yang lebih besar.  - bisnis.com
Pemangkasan produksi adalah langkah temporer untuk menghindarkan petani dari kerugian yang lebih besar. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian menargetkan draf sertifikasi keberlanjutan pengelolaan perkebunan karet selesai tahun ini.

"Draf sudah, tentang HGU (Hak Guna Usaha), dll. Tahun ini kita lihat, bisa selesailah sertifikasi," ujar Dirjen Perkebunan Kementan Gamal Nasir, Selasa (13/5/2014).

Gamal menjabarkan nantinya semua komoditas pertanian akan memiliki sertifikasi demi mendorong komoditas tersebut berkualitas namun tetap prolingkungan.

Mengenai wacana pembentukan Komite Karet Asean, dia pesimis rencana itu dapat terlaksana dalam waktu dekat, sekalipun hal itu sangat penting bagi stabilitas harga karet dunia.

Pasalnya, jelas Gamal, negara produsen terbesar di Asean dan dunia, Thailand, sedang mengalami kemelut politik. "Thailand juga lagi ribut. Kita ada kebijakan pangkas produksi, melarang perluasan areal," tuturnya.

Dia mengatakan pemangkasan produksi adalah langkah temporer untuk menghindarkan petani dari kerugian yang lebih besar akibat kejatuhan harga.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan adanya gerakan karet. Namun, hal itu masih menunggu pemerintahan baru berjalan.

"Gerakan karet sudah diusulkan, tapi kan tergantung pemerintah baru, memakai APBN baru. Usulan anggarannya Rp2,5-3 triliun untuk gernas karet, khususnya replanting," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet sertifikasi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top