Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiki JNE Gunakan Sistem EPOD

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) akan menggunakan sistem EPOD (Electronic Proof of delivery) saat Lebaran 2014. Hal ini untuk mencegah penumpukkan kiriman.
Fitri Rachmawati
Fitri Rachmawati - Bisnis.com 08 Mei 2014  |  05:49 WIB

Bisnis.com, Jakarta — PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) akan menggunakan sistem EPOD (Electronic Proof of Delivery) di lebaran 2014 nanti. Hal ini untuk mencegah penumpukkan kiriman.

Agus Hartono Wijaya, Chief Sales and Marketing Officer PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), menuturkan persiapan Lebaran 2014 nanti. JNE akan menerapkan sistem EPOD guna mencegah penumpuka kiriman dari konsumen.
 
“Untuk lebaran as usual kita antisipasi peningkatan kiriman, dengan improve operasional. Kita coba making sure epod. EPOD itu harus jalan, biar bisa ketahuan barangnya sampai atau tidak,” tambahnya, Rabu (7/5/2014).
 
Lebih lanjut, persiapan shorting center pun harus disiapkan. JNE punya 5 titik di  Jakarta yang akan disebarkan di Kotamadya. Pasalnya rata-rata pengiriman banyak di Jakarta.
 
“Supaya kiriman tidak banjir disatu tempat. Maka dipisah,biar shortingnya lancar. Biar meminimalisir human error. Baru di gateway akan diulang semua,” tegasnya.
 
Selain itu, lebaran nanti JNE akan memberikan promo yang menarik dari tim marketing kita. JNE akan mencoba memanjakan para pelanggan dengan hadiah.
 
“Kita coba manjain pelanggan dengan kasih reward . Sesuatu yang tidak pernah kita lakukan berupa hadiah yang berguna untuk keperluan mudik., tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis logistik
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top