Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Pangan Melonjak, Wamendag: Pasokan Lokal Memang Tidak Cukup

Pemerintah mengaku tidak bangga dengan torehan impor pangan yang begitu besar pada kuartal I/2014, yang ditujukan untuk pengendalian inflasi harga bahan pokok.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 08 Mei 2014  |  18:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mengaku tidak bangga dengan torehan impor pangan yang begitu besar pada kuartal I/2014, yang ditujukan untuk pengendalian inflasi harga bahan pokok.

Wamen Perdagangan Bayu Krisnamurthi menjelaskan peningkatan impor pangan tersebut memiliki pertalian yang sangat erat dengan pergerakan inflasi pada awal tahun ini. Impor pangan itu juga yang menyebabkan deflasi volatile foods sebesar 0,04% pada Maret dan 1,09% pada April.

“Ini bukan situasi yang bisa kami banggakan, bahwa kami terpaksa mengendalikan harga melalui pembukaan keran impor,” ujarnya ketika ditemui Bisnis di kantor Kemendag, Rabu (7/5/2014).

Bayu melempar sinyal bahwa impor bahan pangan pokok bisa lebih kencang pada pertengahan tahun ini, guna mencukupi kebutuhan yang tinggi jelang Ramadan dan Idulfitri.

“Sudah kami antisipasi tambahan pasokannya. Ini menunjukkan bahwa pasokan dalam negeri memang tidak cukup.”

Adapun, impor bahan pangan yang tertinggi adalah daging dan produk hewan yang nilainya mencapai US$154 juta pada kuartal I/2014, melesat tajam dari hanya US$45,2 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dampak dari banyaknya produk daging sapi impor yang masuk selama periode tersebut, harga daging sapi pada Maret mengalami deflasi 0,23% setelah terjadi inflasi pada level 2,08% bulan sebelumnya. Adapun, pada April harga daging stagnan pada level 0,0%.

Meski impor pangan deras, Bayu mengungkapkan Indonesia masih mampu mengekspor berbagai bahan pangan pokok pada triwulan pertama tahun ini. “Nilainya US$5,2 miliar, dan produknya juga cukup beragam.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pangan
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top