Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PETANI: Pemilu Ganggu Produksi Pangan Nasional

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyatakan bahwa masa transisi rezim pemerintahan mengakibatkan permasalahan di lapangan menjadi tidak segera dapat diselesaikan
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 04 Mei 2014  |  18:55 WIB
Pemilihan umum juga menghambat pencapaian target produksi yang dicanangkan oleh pemerintah sendiri.  - bisnis.com
Pemilihan umum juga menghambat pencapaian target produksi yang dicanangkan oleh pemerintah sendiri. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyatakan bahwa masa transisi rezim pemerintahan mengakibatkan permasalahan di lapangan menjadi tidak segera dapat diselesaikan.

Ketua Umum KTNA Winarno Tohir menuturkan sangat tidak realistis apabila target produksi pangan dipatok tinggi, namun kondisi di lapangan tidak mendukung.

“Kalau dari konsumsi, pemilu ini tidak mengganggu. Kalau produksi, iya. Masalah pupuk ini kan semestinya bisa diselesaikan, tapi karena tidak populis, pemerintah jadi tidak mau terus terang ke petani. Tiba-tiba pupuk subsidi sudah langka di pasaran. Kasian petani kan?” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (4/5/2014).

Jumlah penduduk Indonesia, ungkapnya, mengalami kenaikan sampai 1,4%/tahun tapi kehilangan kehilangan lahan pangan 100.000 ha per tahun maka jelas produksi selalu defisit dibandingkan kebutuhan konsumsi.

Di sisi lain, Winarno menjabarkan bahwa gelaran pemilihan umum juga menghambat pencapaian target produksi yang dicanangkan oleh pemerintah sendiri karena muatan politis diduga mengganggu kinerja otoritas teknis mengawal petani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ktna produksi pangan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top