Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG Sarankan Petani Mulai Tanam Palawija

Petani disarankan menanam palawija pada musim tanam mendatang, mengingat risiko musim kemarau yang lebih panjang karena dampak El Nino.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 29 April 2014  |  14:35 WIB
Petani merawat tanaman palawija jenis timun di areal sawah Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jabar, Rabu (2/4/2014). Potensi luas lahan pertanian di Karawang yang bisa ditanami berbagai jenis tanaman palawija mencapai sekitar 2.000-3.000 hektare, tetapi hanya sedikit petani yang memilih untuk menanam tanaman palawija karena bingung memasarkan produksinya.  - Antara
Petani merawat tanaman palawija jenis timun di areal sawah Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jabar, Rabu (2/4/2014). Potensi luas lahan pertanian di Karawang yang bisa ditanami berbagai jenis tanaman palawija mencapai sekitar 2.000-3.000 hektare, tetapi hanya sedikit petani yang memilih untuk menanam tanaman palawija karena bingung memasarkan produksinya. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Petani disarankan menanam palawija pada musim tanam mendatang, mengingat risiko musim kemarau yang lebih panjang karena dampak El Nino.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya mengatakan pihaknya akan terus melaporkan perkembangan iklim seraya meminta agar pemerintah terus waspada dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

“Tentu saja [ada dampaknya] terhadap komoditas pertaniannya. Kalau petani mengetahui sejak awal, sebaiknya mereka berpikir menanam palawija dibandingkan padi. Kedelai misalnya. Jangan sampai lewat,” katanya seusai rapat koordinasi ketahanan pangan di Kemenko Perekonomian, Selasa (29/4/2014).

Kendati demikian, lanjutnya, perkembangan iklim sejauh ini berdasarkan pantauan BMKG masih normal. Sebagian wilayah Indonesia, seperti sebagian Sumatra, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sudah memasuki musim kemarau.

Adapun sebagian besar provinsi di Indonesia dalam masa transisi memasuki kemarau.

BMKG memperkirakan musim kemarau berlangsung normal hingga Agustus. Adapun dampak El Nino diperkirakan terlihat September dengan intensitas lemah. El Nino menjadi penentu seberapa panjang musim kemarau tahun ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musim kemarau El Nino palawija
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top