Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Kaji Gunakan Selain Kayu untuk Pelayaran Rakyat

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melibatkan perguruan tinggi untuk mengkaji rencana penggunaan bahan baku selain kayu untuk pembangunan kapal pelayaran rakyat.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 23 April 2014  |  16:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melibatkan perguruan tinggi untuk mengkaji rencana penggunaan bahan baku selain kayu untuk pembangunan kapal pelayaran rakyat.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Harry Budiarto Soewarto mengatakan saat ini kayu ulin yang merupakan bahan baku dasar pembangunan dan pengembangan kapal pelayaran rakyat mulai terbatas.

Di sisi lain, imbuhnya, penggunaan kayu ulin tidak hanya dibutuhkan oleh pelayaran rakyat melainkan juga dibutuhkan untuk indsutri lain. Hal tersebut membuat Kemenhub akan mencari solusi terkait pemberdayaan bahan baku lain untuk pelayaran rakyat.  

"Bukan dilarang. SDA ulinnya terbatas karena dipakai bukan cuma untuk Pelra. Nah harus ada solusi untuk itu. Kami melibatkan perguruan tinggi juga untuk masalah konstruksi," ujarnya, Selasa (22/4/2014).  

Dia melanjutkan, sejauh ini pelayaran rakyat berasal atau berbahan baku dari kayu.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi bukan tidak mungkin bahan dasar pembangunan dan pengembangan pelayaran rakyat yang selama ini berasal dari kayu berubah menjadi bahan dasar lain.  

"Kalau pakai kayu sekarang bahan bakunya nanti merusak hutan. Kami cari solusi untuk itu. Mungkin diberikan juga dengan layar. Teknologi sudah menjawab itu. Mana yang paling efisien," ujarnya.

Kendati demikian, katanya, bukan berarti lantas menggunakan besi. Mungkin, ada teknologi lainnya seperti fiber yang tahan gelombang air laut dan tidak mudah pecah.

"Belum tentu besi. Ada teknologi lagi. Kemarin fiber pecah. Sekarang teknoloi fiber meningkat lagi jadi tahan gelombang dan tidak mudah pecah. Kami sudah rapat terus," ucapnya.

Sejauh ini pelayaran rakyat kesulitan untuk mengadakan ataupun meremajakan armada kapal lantaran adanya aturan pembatasan penggunaan kayu oleh Kementerian Kehutanan.

Jumlah kapal pelayaran rakyat pun kian menyusut pada beberapa tahun terakhir dari 3000 unit kapal, kini hanya mencapai 2000-an unit saja.

Sebelumnya, Kemenhub sebagai pembina telah memberikan bantuan kepada pelayaran rakyat dalam bentuk membangunan dan mengembangkan pelabuhan pelayaran rakyat.

Untuk saat ini, katanya, Kemenhub akan memberikan bantuan kepada pelayaran rakyat untuk mencarikan solusi pembangunan dan peremajaan armada pelayaran rakyat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri pelayaran pelayaran rakyat
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top