Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantan Warga Binaan Lapas Didorong Jadi Wirausaha Baru

Kementerian Perindustrian siap membina mantan narapidana untuk dijadikan wirausaha baru guna meningkatkan kinerja industri kecil dan menengah (IKM).
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 22 April 2014  |  16:27 WIB
UKM garmen. Warga binaan lapas didorong jadi usahawan baru - Bisnis
UKM garmen. Warga binaan lapas didorong jadi usahawan baru - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian siap membina mantan narapidana untuk dijadikan wirausaha baru guna meningkatkan kinerja industri kecil dan menengah (IKM).

Sesditjen IKM Kementerian Perindustrian Busharmadi mengatakan salah satu usaha untuk memperkenalkan produk hasil karya warga lembaga permasyarakatan (Lapas) adalah melalui pameran. Adapun pihaknya, setiap tahun memberikan kesempatan kepada para warga lapas di seluruh provinsi Indonesia untuk memperkenalkan produknya.

“Seperti hari ini, perwakilan seluruh provinsi ada di sini. Banyak warga binaan yang produktif, kami harapkan warga binaan bisa meningkatkan keterampilannya,” kata Busharmadi usai pembukaan Pameran Produk Unggulan Lapas dengan tema Kreatifitas Tanpa Batas Meski Tempat terbatas di Kemenperin, Selasa (22/4/2014).

Dengan keterampilan yang dimiliki, kata Busharmadi, warga binaan lapas akan didorong untuk menjadi wirausaha baru di IKM. Menurutnya, pemerintah melalui Ditjen IKM mempunya program untuk terus menambah wirausaha baru.

“Dengan pameran, mereka bisa bertemu langsung dengan pasar. Kami dorong jadi wirausaha baru, kami punya anggaran untuk membantu peralatan.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top