Master Plan NCICD Rampung, Indonesia Belum Sreg

Pemerintah Belanda telah menyelesaikan master plan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), tetapi tampaknya Indonesia sendiri masih belum menunjukkan sikapnya.
Amanda Kusumawardhani | 02 April 2014 19:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Belanda telah menyelesaikan master plan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), tetapi tampaknya Indonesia masih belum menunjukkan sikapnya.

Dedy S. Priatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, mengatakan pihaknya masih akan mengkaji lebih lanjut terhadap hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda.

Pasalnya, ada beberapa hal yang masih harus disesuaikan, mulai dari luas lahan, skema pembiayaan, dan waktu pembangunan. Dirinya menyebutkan konsultan Belanda menawarkan 3 skenario master plan NCICD, tetapi hanya satu yang paling memenuhi kriteria bisnis.

 “Disini masalahnya, skenario pembangunan tahap B yang paling safe itu mencantumkan lokasi NCICD hanya membutuhkan area 1.250 hektar, padahal kami [pemerintah] menginginkan areanya mencapai 2000-3000 hektar,” katanya seusai seminar Internasional NCICD di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Adapun, opsi pertama membutuhkan dana sekitar US$21 miliar, belum termasuk sistem pembuangan limbah dan pipa-pipa yang akan menyalurkan air bersih. Jika ditotal, dirinya menyebutkan nilai investasi bisa mencapai US$37 miliar.

Lebih lanjut, skenario pembangunan NCICD atau yang lebih dikenal dengan Giant Sea Wall ini  masih membutuhkan uang muka dari pemerintah sebesar Rp200 triliun selama 8 tahun.

“Selain luas areanya, kami juga keberatan dengan asumsi pembiayaannya, terlalu besar bagi pemerintah. Asumsinya pemerintah harus menyediakan Rp200 triliun sedangkan Rp600 triliun sisanya dapat dibiayai swasta,” tambahnya

 

Tag : giant sea wall
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top