Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Masih Andalkan PLTU Batubara Hingga 2022

Pembangunan pembangkit listrik di Indonesia hingga 2022 masih akan didominasi Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap batubara.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 22 Maret 2014  |  12:12 WIB
PLN Masih Andalkan PLTU Batubara Hingga 2022
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Pembangunan pembangkit listrik di Indonesia hingga 2022 masih akan didominasi Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap batubara.

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi Perusahaan Listrik Negara Murtaqi Syamsuddin mengungkapkan meskipun potensi energi terbarukan lebih besar karena tidak ada pilihan lantaran dana perusahaan pelat merah tersebut terbatas.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2013-2022, terungkap Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara yaitu 38 gigawatt (GW) atau 63,8%. "Pilihan sulit tetapi harus kami lakukan," jelas Murtaqi, pada Jumat (21/3/2014).

Sementara Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) sebesar 3,7 GW atau 6,2%. 

Untuk energi terbarukan yang terbesar adalah Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6,5 GW atau 11% dari kapasitas total, panas bumi sebesar 6 GW atau 10,2%. Pembangkit lain seperti termal, Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) sebesar 0,3 GW atau 0,5%.

Karena PLTU masih mendominasi, komposisi produksi listrik Indonesia diproyeksikan 65,6% adalah batubara, 16,6% gas alam termasuk LNG, 11% panas bumi, 5,1% tenaga air, 1,7% minyak dan bahan bakar lainnya. Khusus konsumsi bahan bakar minyak (BMM) turun karena PLN mengutamakan energi lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pln energi listrik
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top