Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dituding Mark Up Tiang Monorel, Dirut ADHI Merasa Jadi Korban

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) merasa menjadi korban dengan pernyataan pihak PT Jakarta Monorail yang menuding BUMN sektor konstruksi itu melakukan penggelembungan tiang monorel yang telah dibangun.Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menuturkan informasi tersebut dinilai salah dan tidak mempunyai dasar.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  14:32 WIB
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero), Kiswodarmawan (kedua kiri)usai RUPST di Jakarta belum lama ini.,
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero), Kiswodarmawan (kedua kiri)usai RUPST di Jakarta belum lama ini.,

Bisnis.com, JAKARTA—PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) merasa menjadi korban dengan pernyataan pihak PT Jakarta Monorail yang menuding BUMN sektor konstruksi itu melakukan penggelembungan tiang monorel yang telah dibangun.

Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menuturkan informasi tersebut dinilai salah dan tidak mempunyai dasar.

Terkait dengan isu pencitraan yang sedang dilakukan kontraktor pelat merah itu, dia menilai itu sangat menyudutkan Adhi Karya.

“Kami ini korban, dari mana kami mau pencitraan?” tegasnya dalam jumpa pers di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan bakal memecat jajaran direksi Adhi Karya, jika terbukti melakukan penggelembungan harga tiang monorel.

Dia mengaku kesal karena tudingan tersebut menimbulkan kesan BUMN iri lantaran Gubernur DKI Joko Widodo lebih memilih mitra kerja dari China daripada BUMN.

“Padahal, saya sudah katakan kepada Pak Jokowi bahwa kami mendukung proyek monorel cepat selesai dan biayanya tidak mahal, tidak peduli siapa yang membangun,” ujar Dahlan.

Tudingan mark up itu, Dahlan menilai itu merusak citra Adhi Karya yang saat ini tengah berbenah setelah sekian tahun tidak diurus dengan benar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top