Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaga Stabilitas Harga, Mendag Lutfi Pilih Langkah Pragmatis

Sama seperti pendahulunya, Menteri Perdagangan M. Lutfi menyiratkan langkah pragmatis jika terjadi kenaikan harga bahan pokok di dalam negeri.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 17 Februari 2014  |  16:50 WIB
Mendag Muhammad Lutfi (kanan) saat mendengarkan pengarahan Presiden SBY. - Bisnis
Mendag Muhammad Lutfi (kanan) saat mendengarkan pengarahan Presiden SBY. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Sama seperti pendahulunya, Menteri Perdagangan M. Lutfi menyiratkan langkah pragmatis jika terjadi kenaikan harga bahan pokok di dalam negeri.

Menurutnya, sepanjang produksi di dalam negeri tidak cukup, impor terpaksa dilakukan agar harga di dalam negeri terjangkau.

“Sekarang begini kan, kita tidak tahu angkanya. Tetapi, saya juga mau utarakan, penting mana, harga mahal atau harga terjangkau,” katanya di Kemenko Perekonomian, Senin (17/2/2014).

Lutfi yang baru dilantik Jumat (14/2/2014) menggantikan Gita Wirjawan mengungkapkan keinginannya memproteksi produksi dalam negeri, tetapi dia juga dihadapkan pada keharusan menjaga harga terbaik.  

Lalu, bagaimana soal koordinasi dengan Kementerian Pertanian yang membidani sisi produksi? Untuk diketahui, otoritas perdagangan dan pertanian kerap saling lempar dan tuding ketika terjadi gejolak harga di masyarakat ataupun karut-marut ekspor-impor.

“Pokoknya gini, saya janji jadi komunikator masalah ini. Saya janji sama Pak Mentan akan bicara terus sebelum saya melaksanakan tindakan-tindakan, apakah memperbaiki harga untuk petani, apakah mendapatkan price stability yang baik,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor m. lutfi stabilitas harga
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top