Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kilang Baru Akan Dibangun di Bontang

Pemerintah menyiapkan lahan seluas 700 hektare di Bontang, Kalimantan Timur untuk membangun kilang pengolahan minyak mentah yang dikerjasamakan dengan investor luar negeri.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 13 Februari 2014  |  16:31 WIB
Kilang Baru Akan Dibangun di Bontang
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan lahan seluas 700 hektare di Bontang, Kalimantan Timur untuk membangun kilang pengolahan minyak mentah yang dikerjasamakan dengan investor luar negeri.

Edy Hermantoro, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan opsi paling kuat wilayah pembangunan kilang baru adalah Bontang. Lokasi itu dianggap strategis untuk mendistribusikan minyak mentah dan produk olahannya.

“Lahannya sekitar 700 hektare di Bontang, karena infrastruktur disana sudah memadai, dekat dengan kompleks petrokimia, dan dekat dengan pelabuhan. Lokasi ini jangan sampai berubah lagi,” katanya di Jakarta, Kamis (13/2/2014).

Meski sudah menyediakan, Edy mengakui pemerintah belum memutuskan apakah lahan tersebut akan dimasukkan ke dalam ekuitas pemerintah, atau justru meminjamkannya kepada investor dengan mekanisme sewa.

Menurutnya, sebagian besar investor menginginkan kepastian pembeli (offtaker), dan kepastian konfigurasi kilangnya.

Dalam konsultasi pasar yang dilakukan pemerintah di Singapura itu, investor tidak lagi mempertanyakan kebijakan keuangan yang akan diberikan pemerintah, dan darimana minyak mentah yang akan diolah berasal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kilang BBM
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top