Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Janji Tindak Pelanggar Impor Beras Vietnam

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan siap menindak tegas para pelaku jika terbukti terjadi pelanggaran atas izin impor beras asal Vietnam.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 28 Januari 2014  |  20:45 WIB
Kemendag Janji Tindak Pelanggar Impor Beras Vietnam
Bagikan

Bisnis.com, BOGOR--Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan siap menindak tegas para pelaku jika terbukti terjadi pelanggaran atas izin impor beras asal Vietnam.

"Izinnya telah kami keluarkan dan kalau terbukti melanggar kami akan tindak segera mungkin," katanya seperti dikutip Antara, Selasa (28/1/2014).

Izin impor beras dari Vietnam, menurut Gita, telah sesuai prosedur dan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Pihaknya hingga saat ini juga belum menemukan bukti terkait pelanggaran terhadap izin impor tersebut.

"Ini kan keluhan, dari pedagang di Cipinang, bahwa ini banjir [beras impor]. Kalau banjirnya itu lebih dari beras yang kami izinkan untuk didatangkan dari luar itu artinya pelanggaran , tapi sampai sekarang belum ada buktinya," katanya.

Namun demikian, Kemendag akan menelusuri masalah tersebut.

Seperti diberitakan, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor beras jenis khusus sebesar 16.832 ton pada 2013.

Jenis beras yang diizinkan pemasukannya adalah beras Basmati dan Japonica. Rinciannya sebanyak 1.835 ton beras jenis Basmati dan 14.997 ton beras jenis Japonica.

Selama ini impor beras diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/2/2012 tentang perubahan ketiga atas Permendag No.12/M-DAG/PER/ 4/2008 tentang ketentuan impor dan ekspor beras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag impor beras beras vietnam
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top