Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Beras China meningkat, Indonesia Harus Waspada

Kebijakan pangan pemerintah China perlu mendapat perhatian yang serius, terutama dampaknya terhadap harga pangan di pasar dunia.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 26 Januari 2014  |  00:00 WIB
Kondisi Indonesia tidak jauh berbeda dari China. Permintaan pangan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduknya.  - bisnis.com
Kondisi Indonesia tidak jauh berbeda dari China. Permintaan pangan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduknya. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kebijakan pangan pemerintah China perlu mendapat perhatian yang serius, terutama dampaknya terhadap harga pangan di pasar dunia.

Staff Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Harianto dalam makalah yang disampaikan di Workshop Nasional Bidang Pertanian menyebutkan pertumbuhan produksi pangan China diperkirakan melambat, namun di saat yang sama permintaan pangannya meningkat tajam.

“Ke depan China akan membutuhkan banyak pangan, impor China akan meningkat signifikan karena itulah Indonesia harus mewaspadai ini,” katanya, Sabtu (25/1/2014).

Dia menyebutkan dari pemberitaan media yang ada negara tersebut, pemerintah China sudah melakukan kontak kebeberapa negara produsen beras untuk menambah jumlah pembelian di tahun ini.

“Kebijakan menambah pasokan melalui impor ini tentu saja akan mempengaruhi pasar beras internasional, yaitu harganya akan naik,” jelasnya.

Kondisi Indonesia, jelasnya, tidak jauh berbeda dari China. Permintaan pangan diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduknya. Berdasarkan data yang dimilikinya, sedikitnya setiap tahun ada penambahan 3 juta lebih jiwa yang harus diberi makan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor beras
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top