Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik NPK: Pusri Masih ‘Ngebet’ dengan Tanjung Api-API

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang masih melirik Kawasan Tanjung Api--Api Sumsel sebagai lokasi pembangunan pabrik Nitrogen Phospor Kalium (NPK) asal infrastruktur di kawasan tersebut sudah betul-betul siap.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 11 Desember 2013  |  20:48 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang masih melirik Kawasan Tanjung Api--Api Sumsel sebagai lokasi pembangunan pabrik Nitrogen Phospor Kalium (NPK) asal infrastruktur di kawasan tersebut sudah betul-betul siap.

Direktur Utama PT Pusri Musthofa mengatakan pihaknya berencana membangun pabrik NPK pada tahun depan dengan nilai investasi sekitar US$10 juta.

"Pusri tidak mungkin mengembangkan pabrik di Palembang karena sudah padat. Kami ingin lokasi Tanjung Api—Api (TAA) itu sudah sejak 2010 lalu,"katanya di sela acara penanaman bambu di tepi Sungai Musi  Kabupaten Banyuasin  Sumsel hari ini, Rabu (11/12/2013).

Dia mengatakan bahkan perseroan telah memesan kepada pemerintah provinsi lahan seluas 500 hektare di kawasan itu untuk rencana pembangunan pabrik baru.

Berdasarkan data yang dilansir Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel sendiri proyek klaster pengembangan pupuk NPK milik Pusri itu sudah masuk dalam data base rencana investasi.

Selain Pusri, Bappeda juga memuat terdapat beberapa perusahaan batu bara dan sawit, seperti PT Taiba yang membangun coal liquifaction dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dan PT Hanuraba Sawit Kencana yang berencana membangun kilang minyak sawit di Kawasan TAA.

Akan tetapi calon-calon investor itu masih menunggu kesiapan infrastruktur yang disediakan pemerintah, seperti Pelabuhan Samudra TAA dan perbaikan jalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk pt pupuk sriwijaya (pusri) npk
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top