Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Produk Kemasan Tolak Antidumping Bahan Baku Plastik

Bisnis.com, JAKARTA - Pengajuan bea masuk antidumping (BMAD) untuk bahan baku plastik polyethylene terephthalate (PET) dinilai bisa memicu kenaikan harga produk yang menggunakan kemasan plastik.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 27 Agustus 2013  |  17:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pengajuan bea masuk antidumping (BMAD) untuk bahan baku plastik polyethylene terephthalate (PET) dinilai bisa memicu kenaikan harga produk yang menggunakan kemasan plastik.

Menanggapi kemungkinan itu, beberapa asosiasi industri pengguna kemasan plastik telah menyiapkan position paper guna menolak penerapan BMAD PET tersebut.

Beberapa pelaku industri yang terlibat di antaranya Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Asosiasi Roti, Biskuit, dan Mie Instan (Arobim), Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), dan Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin).

Ketua Umum Aspadin Hendro Baroeno menyebutkan saat ini Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) masih memproses petisi dumping yang sebelumnya diajukan beberapa perusahaan di bawah bendera Indorama Group.

"Oleh karena itu, kami dari lintas asosiasi sudah menyiapkan komitmen dalam paper penolakan BMAD PET dan surat kepada pemerintah. Sudah tahap final," kata Hendro kepada Bisnis, Selasa (27/8/2013).

Dalam position paper dan surat yang akan diajukan kepada Kementerian Perdagangan, KADI, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), lintas asosiasi akan mengajukan beberapa poin penolakan, di antaranya menolak monopoli yang dilakukan beberapa pabrik PET milik Indorama.

Pasalnya, lanjut Hendro, jika monopoli terjadi, hanya pihak Indorama yang diuntungkan. Dia menegaskan produsen industri makanan dan minuman berkemasan akan selalu mencari penyedia PET kedua dengan harga kompetitif untuk menyiasati agar harga produk tidak melonjak.

Pada pertengahan tahun lalu, KADI menerima pengajuan antidumping PET dari Korea, China, Singapura dan Taiwan. Pengajuan dilakukan tiga perusahaan Indorama Group, yakni PT Indorama Synthetics Tbk, PT Indorama Ventures Indonesia, dan PT Polypet Karyapersada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kppu aspadin gapmmi kadi indorama bea masuk antidumping bmad bahan baku plastik
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top