Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemudik dengan Kereta Api Melonjak, Pendapatan KAI Makin Tajir

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen PT Kereta Api Indonesia rupanya makin kerepotan lantaran begitu banyak pemudik yang menggunakan moda transportasi itu.
Lahyanto Nadie
Lahyanto Nadie - Bisnis.com 05 Agustus 2013  |  13:20 WIB
Pemudik dengan Kereta Api Melonjak, Pendapatan KAI Makin Tajir
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen PT Kereta Api Indonesia rupanya makin kerepotan lantaran begitu banyak pemudik yang menggunakan moda transportasi itu.

Perbandingan pencapaian kinerja angkutan kereta api utama secara kumulatif H-7 sampai dengan H-5 menjelang hari raya lebaran Idulfitri 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami lonjakan signifikan.

Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengunkapkan bahwa volume penumpang tahun ini mencapai 226.148 orang dibandingkan tahun lalu sebanyak 173.491 orang atau naik 130%.

Seiring melonjaknya penumpang, PT KAI pun makin tajir lantaran pundi-pundinya terus menumpuk. "Pendapatan tahun ini Rp35,53 miliar atau melompat 163% dari tahun lalu Rp21,82 miliar," kata Jonan dalam pesannya kepada Bisnis.

Banyak perusahaan yang mengirimkan karyawannya untuk mudik dengan menggunakan kereta api, bukan bus seperti yang umumnya. PT Bank Negara Indonesia Tbk, misalnya, kembali memberangkatkan pemudik dengan kereta api dengan tujuan Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.

Melalui program 'Rejeki Mudik BNI 2013', BNI memberangkatkan 500 orang pemudik dengan kereta api.

Acara pelepasan pemudik ke Solo dan Yogyakarta dilakukan Sabtu (3/8/2013) dari stasiun Gambir Jakarta oleh jajaran komisaris dan direksi BNI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api ignasius jonan pemudik
Editor : Lahyanto Nadie
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top