Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Perhotelan di Asia Capai US$1,3 Miliar, Indonesia Berapa?

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi properti hotel di sejumlah negara kawasan wisata di Asia meningkat hingga 85% menjadi US$1,3 miliar pada paruh pertama 2013 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Laporan investasi hotel Asia pada separuh
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Juli 2013  |  22:16 WIB
Investasi Perhotelan di Asia Capai US$1,3 Miliar, Indonesia Berapa?
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi properti hotel di sejumlah negara kawasan wisata di Asia meningkat hingga 85% menjadi US$1,3 miliar pada paruh pertama 2013 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Laporan investasi hotel Asia pada separuh pertama 2013 menandakan kekuatan pertumbuhan penjualan yang solid sejak 2008," kata Mike Batchelor, Managing Director Investment Sales Hotel & Hospitality Jones Lang LaSalle, dalam keterangan tertulis, Senin (22/7).

Menurut dia, derasnya investasi pasar turisme di sejumlah negara seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, Thailand, dan Maladewa, dinilai memicu pertumbuhan properti hotel di Asia.

Dia memaparkan Jepang yang menerima sebesar 37% investasi regional dipicu antara lain pertumbuhan domestik yang kuat, sehingga meningkatkan pula permintaan berwisata.

Negara kedua yang menerima 34% dari transaksi regional untuk investasi properti di Asia adalah negara jiran, Singapura.

Sebelumnya, Jones Lang LaSalle menyatakan bahwa pertumbuhan kinerja hotel menengah (midscale) di wilayah DKI Jakarta pada 2013 ini cenderung menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Untuk hotel 'midscale', pertumbuhan sedikit menurun," kata Kepala Riset Jones Lang LaSalle Indonesia Anton Sitorus dalam acara "Quarterly Media Briefing" di Jakarta, Rabu (17/7).

Anton Sitorus memaparkan pertumbuhan kinerja hotel kelas menengah untuk tingkat okupansi cenderung menurun dari sebesar 72% pada 2012 menjadi 68% pada periode Januari-Mei 2013.

Untuk hotel kelas atas, ujarnya, tingkat okupansinya mengalami sedikit kenaikan dari 67%n pada 2012 menjadi 68% pada periode Januari-Mei 2013. "Namun dengan gambaran seperti itu, kinerja hotel masih positif," katanya.

Dia mengungkapkan pertumbuhan suplai hotel akan memuncak pada 2014,  yaitu diperkirakan terdapat penambahan hingga sekitar 5.500 unit, sedangkan penambahan suplai pada 2013 diperkirakan tidak akan melebihi 2.000 unit.

Pada saat ini diperkirakan terdapat 28.300 unit kamar hotel di Jakarta, yang tersebar paling banyak di Jakarta Selatan 36%, kemudian diikuti berturut-turut di Jakarta Utara (26%), Jakarta Pusat (23%), Jakarta Barat (10%), dan Jakarta Timur (5%). (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhotelan investasi hotel
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top