Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Potensi Tambak Udang Jateng Masih Besar

Bisnis.com, KENDAL - Potensi pengembangan tambak udang di provinsi Jawa Tengah diproyeksi masih besar, terutama melalui ekstensifikasi lahan dan pengembangan sembilan unit demfarm.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 17 Juli 2013  |  17:06 WIB
Potensi Tambak Udang Jateng Masih Besar
Bagikan

Bisnis.com, KENDAL - Potensi pengembangan tambak udang di provinsi Jawa Tengah diproyeksi masih besar, terutama melalui ekstensifikasi lahan dan pengembangan sembilan unit demfarm.

I Made Suitha, Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Kementerian Kelautan dan Perikanan Jepara, menuturkan lahan di Jawa Tengah memiliki konstruksi tanah yang cocok untuk tambak udang. Selain itu, banyak areal ex-sawah yang bisa dimanfaatkan.

"Saat ini tambak udang sekitar 30.000 hektare. Tapi masih berpotensi untuk ditingkatkan, karena lahannya banyak yang menganggur, sawah yang terkena rob itu bisa dimanfaatkan juga," ujarnya di kampung nelayan Gempolsewu, Kendal, Rabu (17/7).

Made mengatakan untuk mengembangkan budidaya udang, BBPBAP Jepara mendorong peningkatan kapasitas kelompok budidaya melalui sistem cluster dan kemitraan.

"Dengan menggandeng mitra, kelompok pembudidaya ini punya akses pendanaan lebih baik, infrastruktur, tim teknis pendamping, dan akses pasar," tuturnya.

Tingginya minat budidaya udang di level masyarakat, imbuhnya, tak terlepas dari potensi keuntungan yang cukup menggiurkan. Made memaparkan saat ini ongkos produksi udang vaname size 50 mencapai Rp30.000/Kg. Dengan harga jual Rp55.000/Kg, maka keuntungan di level petani mencapai Rp20.00/Kg.

"Satu tambak panennya sekitar 4,5 ton, jadi keuntungannya bisa Rp90 juta dalam satu masa tanam atau 3 bulan," kata Made.

BBPBAP Jepara, lanjutnya, turut mengawal proses budidaya, penerapan teknologi, produksi benih, serta bantuan pompa dan kincir untuk tambak udang. Hal tersebut dilakukan guna memastikan hasil panen yang berkualitas dan tidak terkena wabah penyakit, seperti Early Mortality Syndrome yang tengah menjangkiti tambak udang di Malaysia, Thailand, China, dan Vietnam.

Selain itu, KKP mengembangkan sembilan unit demfarm di Jawa Tengah untuk budidaya udang. Sembilan unit demfarm itu berlokasi di Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Adapun luas arealnya masing-masing 20 hektare.

Pada 2013, KKP menargetkan produksi udang budidaya mencapai 660.000 ton atau meningkat sekitar 30% dari realisasi tahun lalu, yakni 457.600 ton. Adapun, luas tambak percontohan atau demfarm udang diharapkan dapat mencapai 2.000 ha pada 2013. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tambak udang kementerian kelautan dan perikanan ekspor udang
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top