HARGA GAS: Pertamina Gelontorkan 12.500 Elpiji 12 Kg ke Pasar

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Pertamina (Persero) menyalurkan 12.500 tabung liquefied petroleum gas (LPG atau elpiji) ukuran 12 kilogram dalam operasi pasar yang dilakukan untuk menurunkan harga di Jawa bagian barat.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 16 Juni 2013  |  16:21 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Pertamina (Persero) menyalurkan 12.500 tabung liquefied petroleum gas (LPG atau elpiji) ukuran 12 kilogram dalam operasi pasar yang dilakukan untuk menurunkan harga di Jawa bagian barat.

Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan 3.500 tabung dari 12.500 tabung elpiji 12 kilogram itu disalurkan di wilayah Jabodetabek. Sementara 9.000 tabung sisanya di salurkan untuk wilayah Jawa bagian barat non-Jabodetabek.

“Dengan operasi pasar elpiji diharapkan harga di masyarakat kembali turun pada harga wajar. kami ingin memastikan kebutuhan elpiji tercukupi,” katanya melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (16/6/2013).

Ali mengungkapkan hasil evaluasi operasi pasar elpiji 12 kilogram diketahui bahwa hanya 410 tabung yang terserap oleh masyarakat atau sekitar 12% dari total 3.500 tabung yang disiapkan Pertamina. Hal itu menunjukkan bahwa selama ini kebutuhan elpiji masih tercukupi dengan pasokan yang ada.

Operasi pasar yang dilakukan serentak itu melibatkan 130 agen elpiji yang ada di wilayah Jawa bagian barat. Dengan begitu, Pertamina dapat memastikan kegiatan tersebut dapat menjangkau masyarakat di setiap wilayah jangkauan dan penugasan dari agen itu.

Selain itu, perseroan juga telah meningkatkan pasokan elpiji 12 kilogram sebanyak 5% dari pasokan normal menjadi sebanyak 83.000 metrik ton untuk seluruh wilayah di Indonesia pada bulan ini. Jika memang diperlukan, Pertamina juga siap menambah pasokan harian hingga 20%.

Pada periode Januari-Mei 2013 Pertamina telah menyalurkan 400.000 metrik ton elpiji tabung 12 kilogram. Realisasi itu meningkat 7% dibandingkan dengan realisasi penyaluran untuk periode yang sama pada 2012 lalu yang sebesar 373.000 metrik ton.

Aksi mogok di pelabuhan, relokasi spherical tank LPG, dan proses perbaikan crane container di pelabuhan sempat mengganggu distribusi elpiji di dalam negeri. Akan tetapi, saat ini distribusi sudah kembali berjalan normal, sehingga perseroan menjamin ketersediaan pasokan elpiji.

Sementara Eri Purnomohadi, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengatakan kelangkaan elpiji beberapa waktu lalu disebabkan terhambatnya distribusi elpiji ke agen dan pangkalan. Kebutuhan masyarakat yang tinggi tidak dapat langsung dipenuhi, karena elpiji yang dibayarkan agen baru dapat dikirim keesokan harinya.

Meski demikian, Eri menegaskan perlu adanya sanksi tegas bagi agen dan pangkalan elpiji yang menaikkan harga di atas harga normal. “Memang ada mekanisme sanksi dan itu tercantum dalam kontrak. Baik itu antara Pertamina dengan agen, maupun agen dengan pangkalan. Jadi kalau ada yang menyeleweng memang harus diberi sanksi,” tuturnya.

Sebelumnya, sempat terjadi kelangkaan elpiji akibat kenaikkan harga di tengah masyarakat. Sejumlah agen mengaku terpaksa menaikkan harga elpiji karena sulitnya mendapat pasokan dari distributor dan penyalur resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, elpiji, gas 12 kg

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top