Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran ELPIJI 3 Kg Capai 1,37 Juta Ton

BISNIS.COM, JAKARTA--Pertamina telah menyalurkan gas elpiji tabung ukuran 3 kilogram (Kg) sebanyak 1,37 juta metrik ton, atau lebih tinggi 6,8% dibandingkan kuota pada periode berjalan yang sebesar 1,29 juta metrik ton.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 12 Mei 2013  |  16:01 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Pertamina telah menyalurkan gas elpiji tabung ukuran 3 kilogram (Kg) sebanyak 1,37 juta metrik ton, atau lebih tinggi 6,8% dibandingkan kuota pada periode berjalan yang sebesar 1,29 juta metrik ton.

Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan tingginya realisasi penyaluran elpiji 3 Kg tersebut disebabkan meningkatnya permintaan dari daerah yang baru melakukan konversi minyak tanah ke elpiji.

Padahal, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2013 hanya menetapkan kuota elpiji 3 Kg sebanyak 3,86 juta metrik ton.

“APBN 2013 hanya menyediakan kuota elpiji 3 Kg sebanyak 3,86 juta metrik ton. Itu untuk dialokasikan untuk penyaluran paket perdana elpiji 3 Kg pada program konversi tahun ini dan untuk masyarakat yang sudah melakukan konversi,” katanya di Jakarta, Minggu (12/5/2013).

Ali mengungkapkan seluruh kantor penjualan Pertamina telah melakukan penyaluran di atas kuota yang ditargetkan.

Misalnya, Kepulauan Riau yang telah mendapatkan pasokan elpiji 3 Kg 11% di atas kuota yang ditetapkan, Lampung mendapatkan 12% di atas kuota, Jawa Barat 3,5% di atas kuota, dan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masing-masing mendapatkan pasokan 6% di atas kuota.

Selain itu, Pertamina juga telah mengantisipasi lonjakan permintaan di wilayah yang baru melakukan konversi minyak tanah ke gas dengan menyediakan pasokan di atas 50% dari kuota yang telah ditetapkan.

“Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Aceh, Gorontalo, Riau dan Nusa Tenggara Barat mengalami kelebihan hingga 50% yang disebabkan tumbuhnya permintaan elpiji,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir kelangkaan elpiji 3 Kg dan melakukan pembelian secara berlebihan.

Pasalnya, elpiji 3 Kg merupakan komoditas yang dapat dibeli secara terbuka, sehingga dapat membelinya di agen, pangkalan elpiji, waralaba maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terdekat.

Selain itu, Ali juga menyampaikan perseroan akan menerapkan sistem monitoring yang ketat untuk mengawasi pendistribusian elpiji 3 Kg. Dengan cara itu diharapkan tidak terjadi penyelewengan dalam pendistribusian elpiji yang disubsidi pemerintah tersebut.

“Apabila terbukti ada agen elpiji 3 Kg yang melakukan atau memfasilitasi tindak penyelewengan, Pertamina akan memberikan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan usaha,” tegas Ali.

Sebelumnya diberitakan masyarakat di sejumlah daerah sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 Kg. Bahkan, harga elpiji 3 Kg di beberapa daerah sempat mengalami kenaikkan, karena pasokan yang menipis.

Di Bandar Lampung harga elpiji 3 Kg sempat mencapai Rp35.000 per tabung dari yang sebelumnya hanya Rp15.000 per tabung. Kenaikkan harga itu sengaja dilakukan para pengecer penjual elpiji untuk menghemat persediaannya.

Dengan menjual elpiji 3 Kg dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya, masyarakat akan tetap mendapatkannya, mengingat bila harganya tetap sama dengan sebelumnya konsumen dapat membeli lebih dari dua tabung sesuai keinginan.

Kenaikan harga gas dalam tabung 3 kg itu juga dipicu oleh distribusinya ke pedagang yang lambat, bahkan sejumlah pengecer tidak mendapatkan elpiji ukuran tiga kilogram dari distributor.   (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elpiji 3 kg penyaluran gas
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top