KAWASAN INDUSTRI TUBAN: Lahan 60 Hektare Dituntaskan Pertengahan 2014

BISNIS.COM,SURABAYA—PT Kawasan  Industri Gresik menargetkan pembangunan tahap pertama Kawasan Industri Tuban tuntas pada pertengahan tahun depan. Manager Pemasaran Kawasan Industri Gresik Hery Setiawan mengatakan total luas wilayah Kawasan

BISNIS.COM,SURABAYA—PT Kawasan  Industri Gresik menargetkan pembangunan tahap pertama Kawasan Industri Tuban tuntas pada pertengahan tahun depan.

Manager Pemasaran Kawasan Industri Gresik Hery Setiawan mengatakan total luas wilayah Kawasan Industri Tuban saat ini adalah 227 hektare. Namun pembangunan menjadi kawasan industri akan dilakukan secara bertahap.

“Kami memiliki 227 hektare lahan di Tuban, dan kami telah memiliki izin Amdal. Pembangunan akan bertahap, tahap pertama kami targetkan setidaknya 60 hektare sudah selesai untuk jalan dan infrastrukturnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (29/4).

Untuk pembangunan jalan tahap pertama, lanjutnya, diharapkan dapat tuntas September atau Oktober 2013. Adapun untuk pembangunan infrastruktur, seperti saluran air dan instalasi listrik ditargetkan tuntas pada awal atau pertengahan 2014.

Dia menjelaskan perluasan kawasan industri ke Tuban melihat permintaan industri untuk membangun pabrik dan perkantoran di daerah Jawa Timur cukup besar.

“Saat ini kami juga sedang negosiasi dengan investor asal Korea. Mereka berencana untuk masuk di tahun ini, tetapi masih belum ada deal. Selain mereka, banyak juga investor baik lokal maupun asing yang berminat untuk masuk, tetapi belum ada yang serius,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, dua investor Korea yang berminat mendirikan pabrik di Kawasan Industri Tuban bergerak di industri gypsum dan permesinan.

Sementara itu, untuk lahan di wilayah Tuban dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp500.000 per m2, serta disediakan gudang sistem sewa dan ruko sistem jual dan sewa.

Kawasan Industri Tuban terdiri dari kapling industri atau komersiak sekitar 70%, jalan dan saluran sekitar 12%, ruang terbuka hijau sekitar 10%, dan fasilitas penunjang lainnya sekitar 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper